Bireuen - Kabupaten Bireuen pernah dikenal oleh daerah lain khususnya Aceh dan umumnya Indonesia, Bireuen pernah menjadi ibu kota RI yang ketiga, maka sayang cukup kita sayangkan jika hal seperti moeny politik juga dikenal kental di Kabupaten Bireuen Pada Pilkada 2017 yang dijuluki kota santri. Kamis (9/3/2017).
Sehubungan telah terjadinya indikasi kecurangan money politik pilkada di Bireuen yang belum tuntas di tingkat tahap penyidikan di pihak sentral gabkumdu Kabupaten Bireuen pada pilkada tahun 2017, sesuai perbawaslu RI No 14 tahun 2016, no 01 tahun 2016 dan No 013/Ja/11/2016 Tentang penegakan hukum terpadu pada pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur,Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Forum Komunikasi Mahasiswa Bireuen (FKMB) memperhatikan situasi sesudah Pilkada pemilihan kepada daerah di Kabupaten Bireuen ada beberapa gesekan yang terjadi dikalangan masyarakat terkait kasus money politik, dan kami dari organisasi kemahasiswaan berharap kepada penegak hukum di Kabupaten Bireuen seperti pihak Polres, Kejaksaan negeri dan Gakkumdu Bireuen untuk berkerja transparan dalam menyelesaikan kasus money politik yang terjadi pada Pilkada Bireuen 2017,"Cetus ketua umum FKMB Muhammad Risky.
Sehubungan dengan terjadinya money politik di Kabupaten Bireuen oleh salah satu pasangan Calon Bupati dan Wakil Kabupaten Bireuen 2017-2022, kami dari kalangan mahasiswa Bireuen sangat tidak bisa menerima hal itu dengan cara membabibuta merusak citra demokrasi Bireuen,"ujarnya.
Tabahnya, mengigat dan memutuskan jika ini dibiarkan maka tunggulah kehancuran masa depan generasai bangsa lanjut ketua umum Muhammad Risky.
Namun kami berharap kepada penegak hukum di Kabupaten Bireuen untuk berkerja dengan transparan sesuai dengan undang undang yang berlaku di republik Indonesia, maksut dan tujuan adalah dalam rangka menyelamatkan marwah dan martabat Kabupaten Bireuen yang dikenal dengan kota para pejuang,"tutup ketua umum FKMB Muhammad Rizky. (faZ/Rils)
