Lembaga Acheh Future Menilai Terpuruknya Ekonomi Masyarakat Aceh Akibat Kredit

RADARACEH.COM | BANDA ACEH - Ekonomi Msayarakat Aceh tingkat menengah kebawah sangat memprihatinkan, bagi petani, pekebun, dan nelayan untuk menututupi kebutuhan pokok dalam sehari hari sangat sulit, Ungkap Ketua Lemaga Acheh Future Razali Yusuf melalui pers rilisnya kepada Radaraceh.com. Kamis (09/03/17).

Razali menambahkan sejak tahun 2012 ekonomi masyarakat Aceh kususnya yang menengah ke bawah mulai merosot, hal itu terjadi dikarnakan perputaran uang di luar Aceh,
Seperti lesing dan kreditan yang lainnya, masyarakat yang tidak mampu bembeli kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, pihak lesing menawarkan dengan DP yang murah.

Masyarakat terpesona dengan ingin sekali memiliki sepeda motor dan mobil dan tidak perduli dengan setorannya yang lumanyan besar perbulan.

Setiap bulan masyarakat yang mengambil kreditan sepeda motor dan mobil tersebut harus mengumpulkan uang untuk membayar pada lesing terkait dan uang itu dikirim ke luar Aceh.

Dampak dari keberadaan lesing di Aceh membuat ekonomi masyarakat terpuruk, kita sering menerima keluhan pada konsumen lesing lesing yang saat ini beroperasi di Aceh, di saat pihak lesing ingin menyerahkan motor dan mobil pada konsumennya, mereka tidak menghitung pendapatan dan kebutuhan masyarakat calon konsumen dalam /hari atau /bulan, asalkan melengkapi ADM nya, para calon konsumen langsung menyerahkan kendaraannya, dan ada yang baru tiga bulan menggunakan sepeda motor sudah di tarik oleh pihak lesing karna konsumen tidak mampu menyotor tagihannya, sehingga masyarakat tersebut uang DPnya di hanguskan oleh pihak lesing.

Lanjut Razali, dan kreditan tersebut sangat bertentangan dengan qanun Syari,at Islam yang sedang berlaku di Aceh, hai ini terjadi terkesan para elit politik ( Umara ) menutup mata, alias pembiaran.

Razali mengharapkan pada Pemerintah Aceh kedepan, agar membuat perda  ( PERGUB - PERBUB ) tentang keredit, seperti di Negeri jiran Malaysia.
Masyarakat bila ingin memiki kendaraan harus keredit tidak debenarkan bayar kontan, keredit tersebut di kelola oleh pemerintah. Bila hal itu di berlakukan di Aceh, kami sangat yakin dan Insya Allah ekonomi rakyat Aceh selalu normal, tutup Razali. (RI)

Tag : NEWS
Back To Top