Bireuen - Informasi tak sedap kini tercium terkait pengadaan ternak sapi di dinas pertanian dan perternakan tahun 2016 yang merupakan dana aspirasi anggota dewan.
Bantuan pengadaan ternak sapi yang deperuntukan bagi kelompok "Buket Sepakat" di desa Coet Buket yang disalurkan melalui Dinas pertanian dan perternakan dengan anggaran bersumber dari dana Aspirasi anggota DPRK Bireuen Tgk H Rais Mustafa pada tahun 2016 diduga sarat dengan permainan.
Terkait dugaan tersebut awak media ini mencoba menemui Geusyik desa Coet Buket untuk menayakan hal tersebut, lebih lanjut T. Iskandar saat ditemui awak media mangatakan dalam hal bantuan ternak sapi ini saya belum mengetahui apakah sudah ada atau belum, tetapi permohonan bantuan tersebut pernah saya tandatangani sekaligus SK pengurus kelompok "Buket sepakat" itu hak dalam memberikan pelayanan public kepada masyarakat,"pungkasnya Sabtu sore (01/04/2017).
Lanjutnya lagi, kelompok yang digunakan saat diajukan permohonan bantuan ternak sapi tersebut itu bukan milik desa malaikan milik pribadi, bahkan sepegetahuan saya, pengurus pun banyak koleganya bahkan kalau pun bantuan tersebut sudah diserahkan ke kelompok yang dimaksud saya tidak mengetahui dan belum pernah menyaksikannya,"tegasnya kembali.
Beberapa menit kemudian Geusyik mencoba menanyakan hal di atas kapada Tarmizi via sambungan telpon seluler.
Tarmizi yang di hubungi membenarkan hal tersebut kepada Geusyik bahwa kelompok buket sepakat pernah menerima bantuan
pengadaan ternak sapi dari anggaran dana aspirasi tahun 2016 yang berjumlah 10 ekor tetapih yang kami terima hanya 7 ekor dan yang lainnya saya tidak tahu, untuk mengetahi infomasi lanjut ia meminta Geusyik menghubungi ketua kelompok saja,"ucapnya kepada Geusyik.
Terkait dugaan permainan tersebut awak media ini mencoba menghubungi Anggota Dewan yang bersangkutan via telpon seluler pribadi. Namun sayang nya ia enggan berkomentar dalam hal bantuan ternak sapi tersebut ia hanya mangatakan kita tanyakan saja sama ketua kelompoknya nanti agar lebih jelas,"tutup Anggota dewan yang dihubungi via selulernya.
Pengadaan ternak sapi tahun 2016 itu patut diduga kuat ada permainan terselubung antara oknum Dewan dan pengurus kelompok disebabkan dengan kuncuran anggaran Rp.100 juta hanya beberapa ekor sapi saja yang diberikan kepad kelompok penerima.
Hingga berita ini diterbitkan awak media Radaraceh.com belum mendapatkan komfirmasi dari pihak dinas pertanian dan pertenakan kabupaten Bireuen terkai pengadaan ternak sapi tahun 2106 yang silam.(Fz)
