Launching Perdana SPMA Bireuen, Di Buka Senator Fachrol Razi

BIREUEN - Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA)  dibuka Senator Fakrurrazi, MIP sekaligus bertindak sebagai pemateri bertemakan "Pemimpin Muda Aceh" Bireuen, yang digelar di Aula Hotel Fajar Bireuen, Kota Juang, Minggu 7/5/2017.

Dalam Acara sosialisasi SPMA Bireuen tersebut, Fakrurrazi,  MIP, yang juga anggota DPD RI itu bertindak sebagai pemateri dengan tema "Calon Pemimpin Muda Aceh" di Bireuen, harapnya untuk kedepan para Pemuda Pemudi bisa menjadi Pemimpin Muda yang Terbaik di Aceh umumnya, dan Bireuen khususnya.

Kegiatan yang di ikuti 207 peserta, acara Sosialisasi SPMA tersebut turut dihadiri tamu undangan Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto, SIK, Dandim Bireuen yang di Wakili Lettu, Adi Boy, serta para wartawan media liputan Bireuen.

Dalam kesempatan itu, Fakrurrazi MIP, juga menyerahkan beasiswa kepada Dilla Nurfazilla sebagai penerima beasiswa dari  Senator Aceh yang berlangsung di hotel Fajar Bireuen.

AKBP. Heru Novianto, SIK dalam acara tersebut,  menyampaikan terima kasih kepada Ketua SPMA Bireuen yang sudah mengundangnya ke acara ini, katanya.

Selanjutnya, ia menyampaikan beberapa materi tentang  Korupsi dan Narkoba, ia menjelaskan "dalam sistem Korupsi di Indonesia,  terutama di Aceh Korupsi itu sangat misterius atau bisa dikatakan sangat berkelas, sebut Heru
"Polri adalah Alat Negara sebagai penegak hukum dan penyidik, terutama korupsi di kalangan masyarakat sangat misteri namun penegakan hukum sangat berbudaya dalam menindak korupsi seakan sudah merupakan suatu sistem yang dianggap biasa dan benar serta bukan merupakan suatu kesalahan dalam mencari rezeki tambahan dengan cara tidak benar.

Lanjutnya, "selama menjabat di Bireuen selama satu Tahun sudah mengkap 41 Orang pengedar Narkoba di Bireuen,  namun yang kita sayangkan pengedar Narkoba tersebut hampir 90 persen dari kalangan Muda, jika ingin menghancurkan Indonesia sekarang sangat mudah karena dikalangan muda sudah banyak kehilangan akal dan akhlaknya. Itu lah penyebabnya, kalau Narkoba ini dibiarkan maka Negara Indonesia khususnya Bireuen Aceh sangat disayangkan, kata Heru
Dandim Bireuen yang diwakili Komanda Intel Lettu.Adi Boy, menyampaikan materi bertemakan "Integritas Nasional Indonesian" di demensi Faktor Sejarah yang menandakan  bangsa Indonesia negara yang masih besar.

"Kondisi sekarang di Aceh banyaknya peristiwa yang menunjukan moral berkebangsaan sebagai bangsa indonesia, Adi Boy mengharapkan kepada Pemuda Aceh Bireuen khususnya harus mampu menjadi Pemimpin Muda di Aceh yang berkarakter dalam kepemimpinannya kedepan.

"Dikatakannya, ia pernah menjadi sebagai panitia penerima pencalonan Bintara di Banda Aceh,  bagi yang ikut menjadi tentara dan polisi ia pernah menanyakan kepada pemuda yang mendaftar sebagai peserta Calon Tentara dan Polisi dari  mana Asal mu,  dari Bireuen sebutnya,  disaat diseleksi peserta Calon tentara dan Polisi tersebut kebanyakan tidak paham berkebangsaan, salah satunya tidak bisa menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, nah bagaimana kalau ingin membela Negara, jelas Adi Boy
Ketua Panitia SPMA, Yusri, S.Sos menyampaikan " semoga launching perdana SPMA di Bireuen ini bisa membawa dampak positif bagi generasi Muda Bireuen khususnya, nantinya menjadi bekal ilmu kepemimpinan kedepan serta kita sebagai generasi muda adalah calon pemimpin masa depan,  tutup nya. [Radar Aceh] [SR]
Tag : NEWS
Back To Top