RADARACEH.COM | ACEH TIMUR - Keberadaan Blok A PT Medco E&P Malaka yang akan melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) di kawasan Aceh Timur akan berdampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah yang bersumber dari minyak dan gas.
Dan tentunya sejalan dengan berproduksinya minyak dan gas alam dikawasan tersebut juga akan berdampak bagi kemajuan pembangunan yang akan dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Timur, yang disertai dengan berkurangnya angka pengangguran di kawasan tersebut.
Namun disisi lain semenjak Perusahaan tersebut melakukan langkah eksplorasi dan persiapan menuju pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan perusahaan yang dikerjakan oleh JGC di lokasi Blok A, PT. Medco terkesan kerab menuai protes dari berbagai elemen sipil yang ada di Kabupaten Aceh Timur, belum lagi beberapa persoalan tentang rekrutmen yang dianggap kurang fair oleh sejumlah warga yang berada dikawasan lingkar tambang Blok A tersebut. Bahkan persoalan sistem dan persyaratan penerimaan tenaga kerja yang dianggap kurang memihak ke masyarakat lingkar tambang dibeberapa Kecamatan yang masuk dalam kawasan PT Medco juga kerap menjadi persoalan kekisruhan bagi sejumlah warga dan elemen sipil lainnya.
Terkait persoalan rekrutmen ataupun penerimaan sebagai tenaga kerja di PT Medco, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) DPC. Aceh Timur Mahyuddin Kubar menilai, dalam persyaratan rekrutmen sebagai tenaga kerja tidak boleh dibedakan antara masyarakat Kecamatan satu dengan masyarakat yang ada di Kecamatan lainya dalam Kabupaten Aceh Timur, menurutnya, hal itu akan terjadi kecemburuan sosial bagi masyarakat lainnya yang ada di beberapa Kecamatan dalam Aceh Timur, terkecuali persoalan porsi ataupun jumlah persentase pekerja dengan warga desa tempat Blok A itu berada.
"Kecamatan di Aceh Timur bukan hanya yang ada dilingkar tambang PT Medco semata, Peureulak, Sungai Raya, Bayeun, Idi, Ranto Peureulak, Peunaron dan beberapa masyarakat dalam Kecamatan lainnya juga merupakan Warga Aceh Timur yang berhak untuk diutamakan kesejahteraannya atas keberadaan PT Medco, jadi tidak pilih kasih apalagi harus mengorbankan masyarakat lainnya demi kesempatan peluang dan kepentingan oknum-oknum tertentu, karena semua masyarakat punya hak yang sama di Kabupaten ini, kalau tidak jangan salahkan mereka bila kelak dikoarkan pemekaran karena merasa dianak tirikan," Kata Mahyuddin Kubar, yang juga sebagai Presidium Korps Alumni HMI Aceh Timur ini.
Untuk itu tambahnya, semua masyarakat yang ada di Aceh Timur harus di anggap sama dan harus diutamanan menjadi tuan dinegeri sendiri, walau nantinya akan ada faktor kapasitas sebagai putra daerah dan faktor kwalitas yang akan di filter demi keuntungan antara perusahaan dan pekerja di Kawasan tersebut.
"Kalau disebut Buya Krung, masih banyak buya krung di beberapa Kecamatan yang ada dalam Kabupaten ini juga turut berair mata bila melihat Buya Tamong memangsa ikan di hulu muara, jadi semua kita sama, demi suatu kemajuan dan kepentingan yang sama, maka tidak boleh ada yang harus dirugikan kalau ingin masyarakat dan daerah tetap berkembang menuju kesejahteraan, kalau tidak investor akan iplung cot ikue bila persoalan belum terselesaikan," Imbuh Mahyuddin Kubar. (RI)
Tag :
NEWS
