ACEH - Terkait dengan pemberian penghargaan kepada Zaini Abdullah sebagai gubernur Aceh yang diberikan oleh BEM universitas Syiah Kuala kita menilai itu merupakan pembohongan publik, BEM Unsyiah dalam hal ini telah menipu rakyat Aceh dan Mahasiswa Aceh khususnya, Selasa (20/06).
Jadi sangat wajar ketika banyak teman-teman mahasiswa yang mengkritik dan mengecam apa yang telah dilakukan oleh BEM Unsyiah.
Mungkin mereka lupa minum obat," kata Muslem Hamidi ketua BEM Unimal.
Lanjut Muslem, Mereka jelas telah membohongi publik, dengan mengatasnamakan BEM se Aceh. Sebab semenjak kisruh yang terjadi pada pelaksanaan kongres BEM se Aceh beberapa tahun lalu di universitas Teuku Umar Meulaboh sampai saat ini forum BEM se Aceh belum kembali terbentuk,"jelas Muslem.
Jadi untuk saat ini tidak ada satu kampus manapun yang bisa mengatasnamakan BEM se Aceh.
Kita meminta BEM Unsyiah agar segera mengklarifikasi berita tersebut.
Jangan membawa nama Mahasiswa Aceh jika hanya untuk keuntungan pribadi apalagi pemberian penghargaan itu dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan Kampus-kampus lain.
Bahkan kampus yang hadir pada acara itu pun tidak tahu menahu bahwa ada agenda pemberian penghargaan kepada gubernur Zaini Abdullah pada acara tersebut.
Memang mereka telah membuat kegiatan konferensi aktivis mahasiswa Aceh III (KAMA III) namun tidak bisa serta merta mengatasnamakan BEM se Aceh, kita semua tau Kegiatan KAMA itu adalah program kegiatan rutinitas BEM Unsyiah tetapi itu bukan forum resmi BEM se Aceh,"ungakapnya lagi.
Lanjutnya kita dari BEM Unimal juga tidak ikut dalam kegiatan KAMA tersebut. Jadi jangan lagi bohongi publik dengan mengatasnamakan BEM se Aceh,"tegas Muslem (Rls).
