RADAR ACEH | Bireuen- Kehidupan merupakan anugerah terindah dari yang maha Kuasa, berbagai corak gaya hidup dirumah mewah diperankan kaum jet set, lain halnya dengan nasib Yuliana (37) warga desa Lueng Baro Kecamatan Peusangan Selatan, Sabtu: 03/06/2017
Janda satu anak itu tinggal di sebuah rumah gubuk berukuran 4 x 5 m yang terbuat dari "pelepah meuriya" dan beratap daun rumbia yang kini kondisinya sudah miring dan hampir roboh.
Janda muda itu tinggal bersama anaknya Fatia Nabila (11) yang sekarang duduk dibangku kelas 5 SDN 27 Peusangan, selama sekolah hanya satu kali mendapat beasiswa, dan sampai sekarang tidak mendapat bantuan apa apa dari pemerintah, ujarnya kepada media Radar Aceh (2/6/2017) yang didampingi Azhari selaku ketua Lembaga Peduli Dhuafa Aceh (LPDA) Cabang Bireuen
Lanjutnya, "hari-hari Yuliana bekerja sebagai buruh tani di sawah, itu pun kalau ada yang suruh, bila tidak ada, hanya di rumah saja . Sejak ditinggal suami 7 tahun lalu hingga sekarang saya jadi kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan anak saya" akunya
Ia menambahkan "hanya rumah gubuk ini harta yang saya miliki sekaligus tempat tinggal bersama putri kecil saya satu-satunya yang terkadang kami pernah tak makan" ucap Yuliana yang men Janda sejak tahun 2010 suaminya meninggal dunia.
Saat ditanyakan oleh Azhari selaku relawan, "apakah ada yang mengunjungi sebelumnya"? "Pernah di kunjungi dari pegawai kantor camat, tapi sampai sekarang tidak ada respon, jawab Yuliana dengan nada lirih. [SR]
