Penderita Thalassemia "Meronta", Akibat SOP di RSUZA Banda Aceh

RADAR ACEH | Banda Aceh-  Pasien Thalassemia yang butuh transfusi darah di  RSUZA Banda Aceh "meronta" hingga membuat keluarga mereka kecewa berat atas perubahan Standar Operasional Prosedur  (SOP) yang diduga sudah mengarah ke Provit bukan lagi Pelayanan masyarakat, Selasa:  06/6/2017

Hal itu dikatakan Nasrullah selaku orang tua pasien, "saya sangat kecewa semenjak perubahan SOP di (RSUZA) Banda Aceh, dimana ketika pasien butuh darah harus via Bank Darah di Rumah Sakit setempat, semuanya berubah 180 derajat.Hal tersebut mengakibatkan pasien "Datang Pagi Pulang Tergantung-gantung,'' ujarnya

Lanjutnya, kemudian ia membuat perbandingan, "dulu kami setiap mau transfusi darah cukup menghubungi PMI untuk memastikan kesediaan stok darah. Sehingga begitu kami datang ke RSUZA tinggal mengurus berkas pasien, dan paling  lama  butuh waktu sekira 2 jam yakni pagi datang,  sore pulang sudah bisa transfusi darah,  tapi semenjak perubahan SOP di Rumah Sakit Zainoel Abidin urusan tambah sulit sekarang", sebut Nasrullah

Dikatakannya,  "sudah menjadi rahasia umum rata rata keluarga pasien Thalassemia berasal dari keluarga miskin dan dari luar kabupaten. Sekali  berobat membutuhkan biaya besar untuk ukuran kantong kami",

Fenomena tersebut bisa diartikan ini bukan lagi pelayanan masyarakat tapi sudah seperti Proyek Vital (Provit) yang sedang diberlakukan di Rumah Sakit kebanggaan rakyat  yang terletak di Ibu kota Provinsi Aceh itu.

Bisa dirincikan, kebutuhan transport berkisar Rp.150 ribu sampai dengan Rp.300 ribu belum lagi ditambah  biaya harian selama di Rumah Sakit yang sehari-harinya butuh Rp.100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu. Dapat dibayangkan semakin lama menginap di Rumah Sakit maka semakin besar pula biaya yang dibutuhkan", tutup Nasrullah. [SR]

Tag : NEWS
Back To Top