RADARACEH.COM | ACEH TIMUR -
Menjelang lebaran para tokoh Julok bertemu disebuah caffe di Julok Tunong, Julok, Aceh Timur. Para tokoh muda yang merindukan kampung halaman sebagaimana tradisi semua orang yang berada diperantauan. Sabtu, 24/06/17.
Suasana ceria dan sapaan akrab para tokoh Julok, menandakan mereka sangat merindukan suasana ini, juga momentum buka puasa bersama menambah keakraban pertemuan ini yang rutin dilakukan setiap tahun menjelang lebaran.
Diskusi merupakan pilihan wajib kerena mereka dilatar belakangi berbagai disiplin ilmu tema yang diusung "Julok Berpotensi Besar untuk Maju, langkah kongkrit apa yang perlu di persiapkan"
Ferry Munandar, ST, salah satu tokoh muda Julok yang saat ini berdomisili di Banda Aceh merupakan alumni Tehnik Pertambangan UNISBA dan juga alumni Tehnik Industri STT Mitra Karya Jakarta dan juga Dewan Komite DPA-KMPA (Komite Mahasiswa Pemuda Aceh) berpendapat :
"Julok merupakan kawasan ladang minyak, permina yang beralih nama menjadi pertamina pernah membajak ladang ini, hal yang sama juga dilakukan oleh Asemera Oil dan sekarang Medco E & P. Dunia minyak, perkebunan dan kayu merupakan kawan akrab bagi masyarakat Julok.
Potensi Julok untuk maju yang pada dasarnya Julok sudah pernah maju, akan tetapi sebuah kebijakan pusat pada saat itu, Permina di Pindahkan ketempat lain, berganti dengan Asemera Oil, namun juga bernasip sama Julok hanya punya ladang akan tetapi pengelohan tetap di tempat lain, sekarang Medco tawaran saya adalah Komunikasi aktif antara perushaan dengan masyarakat lingkar tambang harus intens, baik dari sisi tata kelola maupun sosial masyarkat yang di bina secara Arif dan bersahaja artinya perusahaan pada prinsipnya adalah pencari keuntungan sebesar-besarnya, akan tetapi masyarakat juga harus dapat mamfaat atau keuntungan.
Kalau perusahaan hanya berprinsip mengisap saja tanpa ada daya mamfaat ke masyarakat gejolak besar akan timbul. Seterusnya bagaimana menyelaraskan keseimbangan pasti semua akan berjalan dengan baik.
Masyarakat juga harus menyadari tidak semua orang dapat ditampung untuk kerja, ada program lain yang tidak jauh dari pekerjaan awalnya penduduk setempat harus diberdayakan, yang terpenting jangan paksakan program dari tempat lain untuk diterapkan langsung ke masyarakat lingkar tambang walau sekalipun program tersebut pernah berhasil di tempat lain.
Pahami lebih mendalam kultur dan budaya setempat dengan assesment mendalam, kalau perlu para Humas perusahaan live in di desa agar menyatu dan jadi bagian dari desa tersebut, kultur Aceh Timur kalau sudah menjadi bagian dari mereka apapun yang diterapkan akan lebih mudah, karena imag negatifnya telah sirna.
Demikian juga masyarakat, Investasi besar ini tidak datang berkali-kali, maka potensi yang sudah ada harus dimanfaatkan semaksimal mungkin demi anak cucu kita mendatang. Kawal dan kontrol sosial masyarakat merupakan hal penting demi terjaganya budaya dan kearifan lokal masyarakat lingkat tambang.
Dengan investasi ini tidak serta merta juga harus dihilangkan budaya dan kearifan lokal, tinggal bagai semua pihak membangun komunikasi aktif sehingga semua menguntungkan baik perusahaan maupun masyarakat.
Saya yakin sekali Julok akan maju, karena masyarakat Julok adalah masyarakat yang menghormati, menghargai, dan menerima tamu sejauh tamu menghormati masyarakat Julok. Buktinya adalah tranmigrasi pertama ke Aceh adalah di Julok yang waktu itu Julok belum pemekaran masih Julok Raya termasuk Indra Makmur saat ini.
Seandainya masyarakat Julok di khianati, maka masyarakat akan berontak lebih dasyat malah kadang kala tidak akan dipentingkan keuntungan laba dan rugi seberapapun juga, dengan bukti permina di masa lalu, terpaksa pindah tempat areal prosesing pengolahan minyak wakti itu". Jelas Ferry Munandar menjelang buka.
Tag :
NEWS
