Blangkejeren - Tarian saman merupakan tarian asli dari Gayo Lues Provinsi Aceh. Tarian saman yang disebut tarian tangan seribu bayangan oleh ibu (almh) Tien Suharto di masa hidupnya itu, telah ditetapkan oleh UNESCO salah satu badan PBB sebagai warisan Budaya, Jum,at (28/07).
Tarian ini dilakukan dengan gerakan yang sama yang terdiri dari bilangan jumlah ganjil seperti 7, 9, 11 dan seterusnya. Tarian ini juga pernah menjadi pemecah Rekor Muri Indonesia pada Tahun 2014 yang lalu dengan jumlah peserta 5005 orang yang bertempat di Stadion Seribu Bukit Kabupaten Gayo Lues.
Pratu Edi Sahputra salah satu Satgas TMMD ke 99 TA. 2017 Kodim 0113/Gayo Lues berasal dari Kompi E Yonif 114/Satria Musara jabatan Taban SO Regu 3 Ton I Kipan A Yonif 114/SM, merasa ingin mengetahui secara langsung bagai mana cara untuk manari saman.
Usai melaksanakan tugas di sore hari, Edi mengajak beberapa anak anak desa Badak tempat dimana desa ini menjadi sasaran TMMD ke 99 selama 30 hari diwilayah Kodim 0113/Gayo Lues, dan meminta untuk di ajarkan tari saman.
Anak anak tersebut langsung memerintahkan Edi untuk duduk bersimpuh dan berbaris di tumpukan jerami padi, Pratu Edi mengikuti gerakan dari anak anak tersebut, karena merasa kesulitan tak ayal anak anak sering mentertawakan Pratu Edi karena gerakannya yang dilakukan kaku.
Namun seperti itu Pratu Edi merasa sangat senang bisa bermain dan bercanda bersama anak anak desa Badak, kita sebagai prajurit bukan untuk di takuti oleh rakyat, tetapi juga bagaimana kita bisa dekat dan membantu mereka, apalagi anak anak pasti merasa bangga bisa dekat dengan kita,"tutup Edi (A,007)
