RADAR ACEH | Bireuen- Pergelaran Pawai Karnaval dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 di Kabupaten Bireuen di sinyalir berlangsung kacau balau dan terkesan amburadul, Sabtu: 19/08/2017
Amatan Radar Aceh, ratusan bahkan ribuan warga yang memadati sepanjang jalan yang dijadikan rute peserta pawai karnaval tersebut sangat kecewa dengan pengaturan tampilan barisan peserta. Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana sekira pukul 11.00 wib warga sudah terlihat disepanjang rute, tapi kali ini baru pada sekitar pukul 12.35 warga terlihat ramai nampak berjejer di bahu jalan yang akan dilewati peserta pawai nantinya.
Pasalnya, Pawai karnaval tahun ini tidak semeriah tahun-tahun yang lalu, dan diduga Panitia tidak mengatur perencanaan yang baik terkait rute jalannya peserta pawai, bahkan rombongan peserta sempat terputus- putus alias amburadul, akibatnya penonton yang nota bene masyarakat dari desa dan kota di sejumlah kecamatan di Bireuen jadi kecewa.
Salah satu warga yang namanya tak mau di tulis menyebutkan " kami harus menunggu lama setiap peserta persekolah yang melewati rute, dan karnaval tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebab saya selalu berhadir di setiap karnaval HUT RI di Bireuen, sebab mau melihat anak saya tampil", cetus perempuan paruh baya yang mengaku tinggal diseputaran Kota Juang.
Lanjutnya, "ada juga warga yang sudah pulang karena lama menunggu dan juga disebabkan cuaca yang sangat panas" ungkapnya.
Sementara itu, dari jadwal seharusnya pukul 14.00 Wib sudah star, tapi molor sampai 30 menit lebih, begitu hampir pukul 15.00 Wib, baru terlihat peserta pawai mulai berjalan yang di lepas oleh Bupati Bireuen H Saifannur, S.Sos didampingi Wakilnya Dr.H Muzakkar Agani, SH, MH di depan Mapolsek Kota Juang.
Hal senada juga di ungkapkan Herni "Kami kecewa, barisan pawai terputus jauh, dan kami harus lama menunggu ingin melihat peserta selanjutnya tampil, saya pikir pihak panitia pelaksana tidak membuat perencanaan yang matang dan tidak mampu mengatur dengan baik barisan disaat star pertama dimulai, "ujar perempuan asal Gandapura itu yang datang sejak pukul 12.00 Wib untuk menyaksikan agenda tahunan di setiap perayaan 17 Agustus.
Selain perubahan rute oleh panitia di malam hari sebelum pawai dimulai ditambah dengan kondisi cuaca yang sangat terik dan panas tersebut, mengakibat sejumlah peserta pawai karnaval dari berbagai sekolah se-Kabupaten Bireuen, mulai dari tingkat TK, SD/MI, SMP/MTsN, SMA/SMK/MA, mereka tumbang karena harus melewati rute jalan-jalan itu saja. Terpaksa, mereka para korban dari berbagai sekolah itu harus dilarikan ke beberapa Rumah Sakit di Bireuen. [SR]
Tag :
NEWS
