Kenali Beras Dan Bahayanya

KENALI BERAS DAN BAHAYANYA!
Oleh : Chrisdina Harly Handoyo
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Surya
 
Beras merupakan salah satu komoditas pangan yang menjadi makanan pokok hampir seluruh penduduk Indonesia. Hal tersebut menyebabkan konsumsi beras dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Beras mengandung karbohidrat yang tinggi. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua beras aman untuk dikonsumsi. Hal ini karena beras mengandung senyawa tertentu yang berbahaya jika dikonsumsi. Oleh sebab itu, perlu mewaspadai ketika membeli beras di pasaran tanpa kita tahu proses produksi dan asal-usulnya. 
Putihnya warna beras di Indonesia disebabkan oleh ada kandungan bahan kimia. Berbagai kasus telah membuktikan bahwa beras yang beredar di pasaran sebagian besar mengandung pemutih. Bahan kimia yang umum digunakan untuk memutihkan beras yaitu klorin. Klorin merupakan zat kimia yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme dan berfungsi sebagai pemutih. Sesungguhnya, klorin termasuk dalam bahan kimia yang tidak diperbolehkan penggunaannya pada beras tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 32/Permentan/OT.140/3/2007 tentang Pelarangan Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya Pada Proses Penggilingan Padi, Huller dan Penyosohan Beras. 

Klorin banyak diperjual belikan di pasaran dalam bentuk calcium hypochlorite atau yang dikenal sebagai kaporit. Karakteristik dari klorin adalah bubuk kristal berwarna putih yang berbau. Bentuk klorin lain ada dalam senyawa kimia sodium chlorite yang berbentuk kristal putih. Klorin sendiri sebenarnya zat kimia  yang berfungsi sebagai desinfektan atau pembunuh kuman.

Masyarakat sebagai konsumen harus cerdas dalam membeli beras, terutama perbedaan antara beras yang mengandung pemutih dan yang tidak mengandung pemutih. Beras yang berwarna putih bersih, biasanya mengandung bahan kimia klorin, yang ditambahakan pada proses pencucian. Pada beras yang normal yang tidak menggunakan klorin, warna air rendamannya akan berwarna agak kuning kecoklatan tidak seputih air rendaman pada beras yang mengandung klorin. 

Selain itu, beras yang mengandung pemutih klorin akan tercium aroma atau bau kimia saat direndam. Umumnya beras normal berwarna agak kecoklatan karena mengandung serat yang lebih banyak dibandingkan beras putih sehingga tidak mudah rapuh. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu untuk membedakan beras yang aman dan layak untuk dikonsumsi dengan menghindari beras yang tidak layak dikonsumsi.

Klorin sangat berbahaya untuk kesehatan kita karena klorin bersifat korosif. Klorin dapat menyebabkan saluran pembuluh darah menjadi tersumbat dan juga bisa mengakibatkan terpicunya serangan jantung. Selain itu klorin juga mempunyai potensi terbentuknya senyawa trihalometan yang tentunya karsinogenik atau dapat memicu kanker. Dampak buruk yang ditimbulkan oleh klorin bagi kesehatan tubuh manusia diantaranya ialah merusak sel-sel darah dalam tubuh sehingga mengganggu saluran pernapasan, mengganggu kesehatan mata, mengganggu fungsi hati/liver, menyebabkan penyakit kanker, bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun, Kesadaran masyarakat terhadap bahayanya beras yang mengandung pemutih klorin masih cukup rendah dikarenakan berbagai faktor lain seperti faktor ekonomi. Umumnya, masyarakat tingkat perekonomian menengah ke bawah akan lebih memilih untuk membeli beras dengan harga yang ekonomis (murah). 

Lampiran:
Surya University Campus Hub
(Unity Tower Building),
Jl. Boulevard Gading Serpong kav. M5 no 21
Summarecon Serpong, Tangerang 15810; Banten – Indonesia

Tag : NEWS
Back To Top