RADARACEH.COM | Jakarta - Pra Launching Dewan pengurus Nasional Sahabat Polisi (SP), menyelenggarakan Diskusi Kita Indonesia dengan Tema " Sinegisitas Masyarakat Dan Polri Dalam Menjaga Pluralitas Kebangsaan. Diskusi ini bertempat di Hotel Alia Jl. Cikini Raya, Menteng Jakarta Pusat. [25/08/17]
"Polri tidak bisa sendirian dalam menangani tugas dilapangan tanpa bantuan sahabat dari masyarakat untuk dapat bersinergi", Fonda Tangguh (Ketua Sahabat Polisi). Persoalan sekarang yang meningkat seperti penanganan kasus Berita Hoax, Radikalisme, Terorisme, serta pelayanan berbasis teknologi, ini semua butuh kerjasama dengan masyarakat.
Pemuda menjadi garda terdepan berperan aktif dalam bersinergi memberantas serta menangani persoalan masyarakat sekarang ini, Anak muda harus radikal, radikal dalam arti yang positif, aktif serta sensitif di setiap persoalan respon masyarakat. Kekuatan sosial, edukasi moralitas, mengerti permasalahan hukum.
Contoh Sosial, Memperkuat wawasan kebangsaan. Umar (Resimen Jakarta UNJ ).
Acara ini dihadir beberapa tokoh diantaranya : Naomi (Pemerhati anak dan perempuan), Karyo Wibowi (Pengamat Sosial), Raden Umar. M.Pd (Resimen Jayakarta UNJ).
Kepentingan bersama sebagai bangsa harus diletakkan diatas kepentingan kelompok, apalagi yang bersifat pragmatis, atau sekedar untuk meraih kekuasaan yang sesaat. Upaya ini merupakan sikap yang tak dapat ditawar tawar lagi. Dalam Konteks Historis bangsa Indonesia di atas, keberagamaan substansial - pluralis dari umat beragama terlihat jelas dan transparan.
Polri sebagai salah satu elemen pemerintah sangat cocok untuk membina masyarakat untuk selalu menjaga kondusifitas kemasyarakatan dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa karena polisi merupakan aparat yang paling dekat dengan masyarakat.
Lahirnya Sahabat Polisi tidak lepas dari tantangan yang dihadapi Polri ke depan boleh jadi kian berat dan beragam coraknya, selain untuk memberikan solusi yang kondusif, kami juga akan terus menggalang dukungan agar polisi selalu disayangi dan dekat dengan masyarakat hal ini dikarenakan polisi adalah penjaga inti pembina Kamtibnas dengan segala keterbatasan manusia. (rilis)
Tag :
NEWS
