RADAR ACEH | Bireuen - Pemuda ganteng asal Bireuen yang bermukim di Desa puloe ara kecamatan kota Juang angkat bicara soal penertiban tempat maksiat jambo ali-ali atau yg lebih ngetren dikalangan para anak muda mudi jambo khop, Senin (12/9/2017)
Ia mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan oleh Bupati Bener Meriah Ahmadi dan Wakil Bupati Tgk Syarkawi yang baru seumur jangung memimpin Kabupaten Bener Meriah.
Menurut Dedi, penertiban jambo khop adalah langkah yang tepat. Selain bertujuan mencegah rusaknya moral masyarakat khususnya para remaja, ketegasan itu juga merupakan bentuk keseriusan Bupati dan jajaranya dalam membasmi Maksiat.
"Kita Ketahui Bersama hampir tiga priode terganti kepemimpin belum pernah tergusur jamboe ali ali (jamboe khop) tersebut yang kerap dijadikan tempat maksiat dan telah terbukti di bawah kepemimpin Bapak Bupati Ahmadi dan Wakilnya Tgk Syarkawi Berhasil Mengusurkan tempat maksiat ini saya sangat bangga melihat kenerjanya, dan kita berharap agar menjadi contoh untuk Kabupaten /Kota lainnya di Aceh harus berani dalam Membrantas Maksiat di Bumi Serambi Mekkah. (Fau)
Tag :
NEWS
