RADAR ACEH | Bireuen- Rusyidi Mukhtar S. Sos, selaku Ketua Fraksi PA DPRK Bireuen berpesan Kepada Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Pemuda Partai Aceh (PPA) Bireuen untuk lebih mendalam lagi menggali potensi Sejarah Pelanggaran Aceh dimasa lalu, hal ini disampaikan pada acara diskusi publik, bertemakan "Ingatan Aceh Untuk Munir". Acara untuk mengenang 13 tahun dibunuhnya Aktivis HAM tersebut, di gelar di Cafe Staf Black Lantai II, Bireuen, Kamis: 7/9/2017
Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRK Bireuen Rusyidi Mukhtar S.Sos yang akrab di sapa Ceulangiek, dalam sambutannya menjelaskan, Munir adalah pejuang Hak Azasi Manusia (HAM) terutama mengenai Kekerasan HAM di Aceh.
"Munir boleh saja kuliah, tetapi ketika peristiwa itu ia lagi membawa kertas kertas kasus HAM ke dunia Internasional. Apalagi Munir sangat berjasa terhadap pembebasan Almarhum Ishak Daud dimasa lalu", sebutnya
"Ceulangiek, berpesan kepada Pemuda Partai Aceh (PPA) Bireuen untuk lebih mendalam lagi menggali sejarah Aceh dan Sejarah Pelanggaran HAM di Aceh umumnya di Indonesia" cetus Ceulangiek.
Pada kesempatan itu, Mukhsal Zainal yang sering disapa Adam Zainal menyinggung tentang peristiwa hilangnya sosok Tokoh Aceh Tgk Jafar Sidiq dimasa lalu yang pernah dikabarkan hilang tanpa diketahui jejak sampai sekarang, padahal itu sangat penting dicatat sebagai sejarah mengingat jejak sosok tokoh Pejuang HAM Aceh itu yang sangat andal memperjuangkan Aceh Merdeka dimasa lalu", sebut Adam Zainal,
"Lanjutnya, ia menyebutkan ini sangat penting untuk dicatat sebagai sejarah Aceh, tentang hilangnya Tgk Jafar Sidiq supaya generasi bangsa Aceh dan khususnya untuk kami Pemuda Partai Aceh, Bireuen tidak mudah melupakan peristiwa peristiwa penting di Aceh", tegas Adam
Sementara itu, Andre Wijaya selaku Moderator Acara dalam pembukaannya menyatakan, sebagai Pemuda Aceh kita wajib tahu tentang sosok Munir Said Thalib. Jika kita lupa terhadap perjuangan dan jasa jasa Munir untuk Aceh pasca Konfik dan Daerah Operasi Militer (DOM) sama juga seperti kita telah mengubur sejarah-sejarah penting untuk generasi bangsa Aceh", katanya
Disamping itu, Azmi Abu Bakar mantan Aktivis '98 Jakarta selaku pemateri dalam acara tersebut menerangkan, sosok almarhum Munir membuat semua aktivis di Aceh semakin bersinergi dan percaya diri.
"Peran Munir untuk Aceh sangat lah besar, kehadirannya di Aceh memberikan rasa nyaman bagi aktivitas dan masyarakat Aceh."
Tambahnya "Munir masih hidup, di Aceh hanya di Bireuen yang memperingati hari meninggalnya Munir tahun ini, disaat daerah yang lain mungkin sedang kehilangan semangat, saya kenal Munir, sekitar tahun 1998 di Jakarta, bertemu di YLBHI," terangnya
Saat Munir di Kontras membawa hal-hal baik, ketika penangkapan terhadap aktivis aktivis di Aceh bahkan di Indonesia Munir lah yang akan berjuang untuk membebaskan mereka" tutupnya. [SR]
Tag :
NEWS
