Bom Pirak Timu dan Sebuah Mitos

Membaca kata-kata bom identik dengan peninggalan conflik Aceh, terutama di kawasan pirak timu dan wilayah pedalaman lain nya.

Namun ini bukanlah bom rakitan atau pabrikan, bom yang saya maksud bukan lah sisa konflik atau temuan baru, melainkan sebuah keaadaan yang semakin riskan akibat kelalaian atau pembiaran yang cukup sistematis dan terpelihara yang di lakukan oleh jajaran pemerintah Aceh Utara.

Bukan rahasia lagi kecamatan pirak timu yang terdiri dari 23 Desa, dan di bagi dua kemukiman yaitu Matangkuli timu dan kemukiman Pirak timu, umumnya kedua kemukiman hampir kesemuanya penduduk menggantungkan hidup nya pada lahan pertanian (sawah) mulai dari tahun enam puluhan sampai era modern 2017. Jika menghitung waktu hampir mencapai setengah abad. Lumanyan lama.

Namun mimpi masyarakat Pirak timu selalu kandas di tengah jalan, Entah kenapa ??.

Padahal 13 ribu lebih penduduk Pirak timu, adalah warga pribumi
(meutanoh ie).

Dan hampir semua penduduk Pirak timu dalam cengkraman kemiskinan, usaha untuk mengoptimalkan saluran irigasi selalu gagal dan anggaran pun mati mendadak.

Dengan alasan remang-remang dan tak jelas rimbanya.  Entah ini sebuah permainan atau konspirasi tingkat elit untuk sebuah kepentingan, yang jelas kondisi ini sangat sistematis dan terpelihara dengan rapi,"sebutnya.

Apakah pemerintah tidak berfikir secara matang dan bijak,suatu saat masyarakat Pirak timu akan bangkit dengan sendirinya tanpa adanya komando dan menjadi bom waktu yang berhulu ledak tanpa radius.

Menuju ibu kota kabupaten dengan ikat kepala bertuliskan "GANYANG PEMERINTAH ACEH UTARA " kondisi ini kan menjadi chaos, karna aksi ini murni gerakan sosial dan di lakukan oleh oleh orang-orang tanpa isi perut alias deuk.

Kondisi ini sangat ironis dan bertentangan dengan visi misi Cek Mad bupati Aceh Utara. Salah satunya adalah membuat masyarakat lepas dari kelaparan. Akan tetapi Cek Mad dan visi misinya hanyalah sebuah sejarah dan sejarah itu akan menjadi sebuah mitos.

Penulis adalah salah seorang Geuchik Pirak Timu

Tag : NEWS
Back To Top