Murid SD Negeri 3 Dewantara Tersiksa Belajar di Sekolah Darurat

Krueng Geukueh --- Sudah lebih 12 tahun murid SD Negeri 3 Krueng Geukueh Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, belajar di ruang kelas darurat yang dibangun Indosiar tahun 2005. Sementara gedung baru yang dibangun sejak 2013 di lokasi bekas Puskesmas Dewantara hingga sekarang masih belum bisa ditempati

Pantauan Media ini, Kamis (2/11) bangunan sekolah SD Negeri 3 yang dibangun darurat itu kini kondisinya sungguh memprihatinkan.

Selain ruang belajar yang porak poranda, jendela sudah hancur dan pintunya bolong. "Kondisi ini sangat menyiksa murid dan guru, kepanasan bila cuaca panas dan kedinginan bila hujan. Sekolah ini sekarang sangat tidak layak lagi untuk belajar," kata Hendon Spd, Kepala Sekolah SDN 3 Krueng Geukueh.

Menurut Hendon, seluruh murid di SD ini harus belajar dalam kondisi darurat, tidak aman apalagi nyaman. Sekolah yang dibangun Indosiar tahun 2005 pasca musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda provinsi Aceh tahun 2004. "Dapat dimaklumi, bagaimana kondisi sekolah darurat sudah lebih 12 tahun​, tentu sudah sangat tidak layak untuk belajar", ujarnya dalam nada prihatin.

Dijelaskan, SD Negeri 3 Krueng Geukueh saat ini hanya memiliki 18 ruangan, guru termasuk honorer berjumlah 47 orang, jumlah murid, 425. Karena kekurangan ruangan terpaksa, kantor, ruang guru, gudang disatukan dalam sebuah ruangan. "Sudah rutin dilakukan, bila ada rapat terpaksa dilakukan di teras", paparnya.

Sebenarnya lanjut Hendon, saat ini sudah ada bangunan permanen dan bertingkat pula untuk SD 3 ini, tetapi belum bisa digunakan. Pihaknya berharap Pemkab melalui Dinas Pendidikan dan Olah Raga Aceh Utara bisa secepatnya bisa memindahkan murid-murid ke gedung yang dibangun itu.

Gedung sekolah permanen berlantai dua itu sekilas terlihat begitu megah yang dibangun sejak tahun 2013. Namun gedung baru itu masih belum selesai seluruhnya, bahkan terlihat pembangunannya diduga asal jadi, dinding belakang gedung tidak lurus. Gedung itu juga belum ada pagarnya.

Beberapa pekerja yang sedang mengerjakan bangunan tersebut saat ditanyakan, mengatakan, gedungnya sudah selesai kecuali gedung yang didepannya. Mungkin bulan Desember 2017 ini sudah bisa pindah. "Cuma untuk cat yang semua sudah terkelupas untuk cat kembali belum ada dananya", sebutnya. (Ucr)

Tag : NEWS
Back To Top