Yusriadi: Aceh bisa hancur dalam Sehari jika beredar 1000 Kg Narkoba Jenis Sabu.

RADAR ACEH | Bireuen - Yusriadi SH Anggota DPRK Bireuen menjelaskan kepada awak media " Untuk menghancurkan 4 juta orang Aceh hanya perlu 1000 kg Narkoba Jenis Sabu, "jelasnya, Kamis 2 November 2017

Oleh karenanya Pemerintah Aceh beserta Pemerintah Bireuen dan aparat terkait diharap lebih fokus mencegah dan memberantas narkoba secara komprehensif, terutama terhadap bandar dan pengedar yang banyak melibatkan warga Kabupaten Bireuen.

"Terlebih dalam banyak kasus narkoba di sejumlah tempat di Pulau Sumatera dan Jawa, kurir paket narkoba jenis sabu dari Aceh adalah warga Bireuen" kata Yusriadi, SH yang kini menjabat Ketua Banleg DPRK Bireuen.

"Kehadiran agen sabu di Bireuen sudah sangat mengkha⅞watirkan,  mereka hanya butuh 100 kg saja untuk menghacurkan generasi Bireuen, karena dalam 1 kg Sabu bisa merusak 5000 jiwa dalam sekejab" jelasnya.

Yusriadi juga salah satu Anggota Komisi A membidangi hukum dan sosial itu menambahkan, menyikapi hal itu, aparat terkait harus lebih intensif mengawasi pada titik atau kawasan rawan tempat peredaran narkoba.

"Keterlibatan semua unsur terkait harus dilakukan secara terpadu dengan mengungkap terduga bandar dan pengedar sabu, proses hukum sesuai aturan dan persempit ruang gerak pelaku kasus narkoba," sarannya.

Banyaknya kurir narkoba jenis sabu dari kalangan warga Bireuen yang malah ada dari kaum perempuan, tak terlepas dari faktor ekonomi, sebab berbagai persoalan sosial dan minimnya lowongan pekerjaan.

"Kemungkinan lain para pelaku ingin cepat mendapat uang dalam jumlah banyak secara cepat, sebab menurut informasi, bandar sabu memberi upah yang relatif tinggi untuk para kurir, sehingga banyak yang tergoda," ungkapnya.

Prihatin dan Malu

"Sebagai orang Bireuen, saya merasa sangat malu, dalam sejumlah kasus sabu dengan jumlah banyak di luar Aceh, tersangkanya orang Bireuen, saya prihatin begitu banyak bandar dan kurir sabu yang melibatkan orang Bireuen," keluhnya.

Menurutnya, Pemkab Bireuen dan aparat terkait perlu memperbanyak sosialisasi tentang ancaman hukuman terhadap kurir dan pengedar narkoba. "Selain terus berupaya memutus mata rantai peredarannya," ujarnya.

Pemkab Bireuen bersama BNNK Bireuen harus mencegah dengan sasaran pelajar dan generasi muda, sehingga ke depan tingkat keterlibatan warga Bireuen sebagai bandar, kurir, pengedar dan pemakai menurun.

"Penanganan terhadap pemakai narkoba tidak cukup dengan ditangkap dan dihukum. Rasanya kini sangat pantas adanya panti rehabilitasi terhadap pecandu narkoba di Kabupaten Bireuen, yang juga bisa menampung pasien dari kabupaten tetangga," harap politisi PKS itu. (faZ/Rils)
Tag : NEWS
Back To Top