RADAT ACEH | BANDA ACEH - Puluhan perwakilan komunitas di Aceh yang aktif dalam tugas pengurangan risiko dan penanggulangan bencana mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk memasukkan kata 'Smong' ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan menetapkan tanggal 26 Desember sebagai Hari Ketangguhan Bencana Nasional.
Rekomendasi tersebut ditandatangani bersama dalam rangkaian kegiatan diskusi publik 'refleksi 13 tahun tsunami' yang diinisiasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Kota Banda Aceh di Aula BPBA, Minggu (24/12/2017).
Munculnya rekomendasi tersebut mengingat bencana gempa dan tsunami pada 26 Desember 2004 merupakan salah satu bencana terbesar sepanjang sejarah Indonesia, bahkan dunia.
Sementara kata 'Smong' bahasa asli Simeulue yang diartikan gelombang besar (tsunami) merupakan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Simeulue berisi informasi peringatan dini bencana melalui sastra, yang ampuh terhadap mitigasi bencana air laut naik ke darat.
Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin menyambut baik rekomendasi yang dihasilkan lintas komunitas untuk menjadikan 26 Desember sebagai Hari Ketangguhan Bencana Nasional. Kegiatan utama Hari Ketangguhan Bencana Nasional adalah melaksanakan Pekan Ketangguhan Bencana.
"Bencana dahsyat 26 Desember 2004 bukan hanya menjadi sejarah bagi Aceh dan Indonesia tetapi juga dunia. Semoga Pemerintah Pusat mempertimbangkan usulan ini," kata Nasir.
Diskusi publik tersebut diikuti sebanyak 90 orang dari perwakilan komunitas di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dengan menghadirkan narasumber Drs Sulaiman Abda MSi (Wakil Ketua DPRA), Nasir Nurdin (Ketua Forum PRB Aceh), Dr Didik Sugianto MT (Pakar Kebencanaan Aceh), dan Ir Muhammad Syahril MM (Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBA).(Kd)
Tag :
NEWS
