Menjadi Khatib Shalat Jum,at Mahasiswa KKM Almuslim Mendapatkan Apresiasi dari Masyarakat

BIREUEN --- Salah seorang mahasiswa Universitas Almuslim (Umuslim) peusangan Bireuen Muhammad Zaki (21) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Aceh Tengah mendapat apresiasi dari masyarakat saat menjadi khatib shalat jum'at di Masjid Tebuk kecamatan Pegasing kabupaten Aceh Tengah, Jumat (9/2/2018).

Seperti  release yang dikirim Kabag Humas Umuslim Zulkifli,M.Kom kepada  media bahwa Muhammad Zaki salah satu peserta Universitas Almuslim Bireuen, dalam program KKM ditempatkan di desa Pendere Saril kecamatan Bebesen, setelah selesai sholat jumat (9/2/2018), masyarakat memberikan apresiasi dan rasa bangga atas kemampuan Muhammad Zaki menjadi khatib jumat.

Menurut koordinator mahasiswa KKM kecamatan Bebesen Di Mutazar, usai sholat jumat pihaknya menemani  Muhammad Zaki bersilaturahmi dengan masyarakat di kediaman Reje Kampung Tebuk , saat itulah Reje kampung tersebut  Hamdan (48), mengutarakan rasa kagum dan bangganya atas kemampuan Muhammad Zaki menjadi khatib jumat.

Kami sangat bangga dengan apa yang telah Muhammad  Zaki lakukan hari ini, ini lah contoh-contoh generasi muda yang diharapkan bangsa ini. Karena bagus atau tidaknya sebuah bangsa, ada ditangan kalian-kalian para generasi muda. Banyak sekali mahasiswa kkm yang berasal dari berbagai kampus, datang ke kampung kami bahkan hampir setiap tahun ada, tapi baru sekarang saya melihat sebuah perubahan yang sangat membanggakan, ungkap Hamdan dalam silaturahmi tersebut.

Menurut Zulkifli,M.Kom kehadiran mahasiswa KKM melakukan pengabdian di daerah Aceh Tengah merupakan suatu tuntuan dari pada mata kuliah yang berbobot 4 Satuan Kredit Semester (SKS), mereka selama berada dilapangan pengabdian harus mampu melakukan berbagai aktivitas dan proigram dalam rangka memberdayakan dan memberikan pencerahan bagi masyarakat.

Seperti pesan Rektor Umuslim Dr.H.Amiruddin Idris, SE.,MSi saat pembekalan,bahwa kehadiran mahasiswa harus  bisa menjadi motivator dan fasilitator mengerakkan potensi yang ada di tengah masyarakat sesuai ilmu yang dimilikinya serta mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya ditengah masyarakat," jelas Zulkifli,M.Kom.

Peran mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan), bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut, tambah Di Mutazar koordinator mahasiswa KKM kecamatan Bebesen bertamsil.

Menurut Di Muntazar pihaknya yang ditempatkan selama satu bulan di Aceh Tengah telah berupaya merancang berbagai program sederhana tetapi bermanfaat bagi masyarakat, seperti program pelatihan komputer dan internet bagi aparatur desa, pembuatan web desa dan UMKM dan pendidikan bagi anak-anak masyarakat serta berbagai program pemberdayaan perempuan dan masyarakat  kampung lainnya, tulis Di Muntazar.(Z)

Tag : NEWS
Back To Top