Pijay --- Ketua YARA Pidie sesalkan pemkab Pidie abaikan jalan berlobang dan ternak berkeliaran di jalan negara. Hal ini diungkapkan ketua YARA Pidie, Junaidi kepada media ini, Senin (4//6/2018).
Menurut Junaidi, jalan yang berlobang di di simpang Ara Katee, dan Keuniree, kecamatan Pidie, kabupaten Pidie tergolong amat farah. Padahal beberapa hari lagi lalu lintas akan sangat padat karena hilir mudik lebaran. Kita khawatirkan akan rawan kecelakaan.
"Jalan rusak dan berlobang seperti ini sudah sudah sepantasnya direhabilitasi. Namun pemerintah kabupaten, terutama dinas terkait (PU) seakan menutup mata. Malah yang lebih menyedihkan lagi, dijalan dalam kota Sigli, jalan raya dan lain-lain, ternak masih berkeliaran.
Padahal di Pidie merupakan penduduk terpadat ke tiga di Aceh. Dengan demikian, tentu DPRK bukan cuma 20 orang (kursi). Mereka (DPRK) bisa membuat qanun lewat perda untuk mengatur kedisiplinan, ketenteraman dan terutama ternak yang berkeliaran, baik siang maupun malam hari.
Entah qanun itu sudah dibuat atau belum, tapi yang jelas kenyataannya Pidie masih berseraan bagai kota mati yang tidak terurus. Artinya, jika Dewan sudaj membuat qanun namun belum bisa menjalankannya secara jelas. Masak sih ternak bebas berkeliaran di jalan raya.
Bukan hanya ternak, tapi lampu stop di jalan yang sudah terputus di simpang Ara Katee, sampai saat ini belum diperbaiki. Hal ini terkesan Pidie seperti rumah yang tidak ada penghuninya. Kotor dan semraut.
Harapan saya dan tentu seluruh masyarkat agar Pidie Jaya bisa menciptakan kedisiplinan dan ketenteraman masyarakat pengguna jalan raya. Kalaupun tidak seindah kabupaten lain, minimal bisa terlihat beraturan. Jangan semrawut seperti ini." pungkas Junaidi.(IA)
Tag :
NEWS

