Setelah di Bangun Waduk Irhop Simpang Mamplam Hanya Berfungsi Tiga Bulan

Sumber Foto:Iq
Kondisi Waduk Irhop Simpang Mamplam
Bireuen --- Waduk Irigasi Irhop yang terletak di Blang Meusuboh Desa/Gampong Irhop Babah Lueng Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen, Tidak bisa berfungsi lagi akibat pintu air Ambruk hal tersebut disebabkan karena terkikisnya pondasi tanah dipintu air waduk, Senin (23/07/2018).

Waduk Irhop yang dibangun pada tahun 2016 yang silam saat ini tidak bisa di fungsikan lagi oleh petani desa sekitar, akibat tanggul penahan air di sebelah kiri waduk ambruk akibat di terjang arus air saat hujan setahun yang lalu.

Akibatnya waduk dengan ukuran lebar lima puluh meter (50,5 M) dengan panjang seratus meter (100 M). Saat ini telah ditumbuhi dengan semak belukar yang lebat. Sehingga tidak bisa lagi menampung air untuk di aliri kesawah masyarakat.

Masyarakat sekitar telah menimbun pintu air waduk dengan menggunakan tanah yang di isi kedalam karung agar tidak ambruk lagi, melihat kondisi yang semakin parah tersebut warga sekitar tidak berani lagi menutup atau membuka pintu air yang nyaris hancur.

Sayuti Ahmad warga setempat mengatakan waduk ini hanya berfungsi tiga bulan saja setelah di bangun, setelah itu datang arus banjir akibat hujan deras yang melanda kawasan tersebut yang menghantam tanggul waduk tersebut sehingga sampai saat ini waduk ini tidak bisa di fungsikan lagi,"jelasnya.

Padahal air dalam Waduk Irhop sangat di butuhkan oleh para petani di tiga desa yang berdekatan dengan waduk tersebut yang berdampak di sekitar delapan puluh hektar (80 H) areal persawahan yang menggunakan air waduk itu, kini dilanda kekeringan. 

Sehingga para masyarakat petani disekitar waduk yang telah menanam padi mengaku sangat khawatir semua akan berdampak pada gagal panen akibat tidak ada pasokan air untuk sawah mereka. Petani hanya bisa berharap agar hujan turun dikarenakan pintu air waduk sudah rusak setahun yang lalu,"keluh pentani tersebut.

Sayuti Ahmad sangat berharap kepada pemerintah baik ditingkat provinsi Aceh, maupun pemerintah daearah kususnya Bireuen. Melalui dinas terkait yang membidanginya untuk segera mengakomodirnya hal tersebut dengan melakukan perbaikan kembali pada tanggul waduk fasilitas publik tersebut.

Agar petani bisa merasakan manfaatnya secara langsung bila pintu waduk sudah diperbaiki oleh instansi pemerintah daerah,"tutupnya. (IQ)
Tag : NEWS
Back To Top