| Illustrasi :Istimewa |
JEPARA, panturaNews.info -- Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap kaum perempuan ambil peran penting dalam pesta demokrasi yang akan digelar di Kabupaten Jepara.
Selain ada Pemilihan Petinggi (Pilpet) di 23 Desa 24 November 2016, juga akan digelar Pilkada Jepara 15 Februari 2017.
‘’Jepara terkenal dengan tokoh pemimpin perempuan mulai Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini. Untuk itu, kami berkarap ada tokoh perempuan yang maju dalam pesta
demokrasi, baik dalam Pilpet maupun sebagai calon dalam Pilkada.
’’Hal itu dikemukakan Bupati Ahmad Marzuqi pada Halalbihalal Ikatan Hajjah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHMNU) Cabang Jepara di Pendapa Kabupaten, Minggu (31/7).
Kegiatan dihadiri istri Bupati—selaku pembina IHMNU, Chuzaimah, Adi Bintoro (IPHI), Mustaqim Umar(PCNU), dan Ketua Muslimat NU Nur Aini.
Marzuqi mengatakan, untuk mendaftaran perseorangan Pilkada –dengan menyetorkan 63 ribu foto kopi KTP—mulai 6 Agustus mendatang. Sedang calon dari Parpol 19-21 September.
Bisa Berubah
‘’Jepara terkenal dengan tokoh pemimpin perempuan mulai Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini. Untuk itu, kami berkarap ada tokoh perempuan yang maju dalam pesta
demokrasi, baik dalam Pilpet maupun sebagai calon dalam Pilkada.
’’Hal itu dikemukakan Bupati Ahmad Marzuqi pada Halalbihalal Ikatan Hajjah Muslimat Nahdlatul Ulama (IHMNU) Cabang Jepara di Pendapa Kabupaten, Minggu (31/7).
Kegiatan dihadiri istri Bupati—selaku pembina IHMNU, Chuzaimah, Adi Bintoro (IPHI), Mustaqim Umar(PCNU), dan Ketua Muslimat NU Nur Aini.
Marzuqi mengatakan, untuk mendaftaran perseorangan Pilkada –dengan menyetorkan 63 ribu foto kopi KTP—mulai 6 Agustus mendatang. Sedang calon dari Parpol 19-21 September.
Bisa Berubah
Jepara merupakan satu dari tujuh kabupaten/kota di Jateng yang akan menggelar Pilkada 2017. “Jadi,sampai sekarang belum ada calon. Yang muncul di gambar-gambar belum tentu jadi nyalon. Jika Allah menghendaki semua bisa berubah,” tukasnya.
Ketua LDNU Jepara yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mathaliul Huda Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Jepara KH Mahrus Ali dalam ceramahnya mengatakan beda pendapat adalah fitrah dan boleh-boleh saja.
“Yang tidak boleh dan diharamkan itu jika karena beda pilihan, lantas bermusuhan, memutus tali silaturahmi. Padahal, kalau seorang muslim lebih dari tiga hari neng nengan (tidak mau tertegur sapa-red), maka rusaklah seluruh amal baiknya.”
Ketua IHMNU Jepara Zubaidah Mochtar dan Ketua Panitia, Komariah mengatakan, halalbihalal menjadi agenda tahunan diharapkan menjadi perekat silaturahmi sesama anggota dan pengurus. Kegiatan dihadiri 15 dari 16 anak cabang se-Kabupaten. Hanya Karimunjawa yang tidak bisa hadir. (SM Network)
Ketua LDNU Jepara yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mathaliul Huda Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Jepara KH Mahrus Ali dalam ceramahnya mengatakan beda pendapat adalah fitrah dan boleh-boleh saja.
“Yang tidak boleh dan diharamkan itu jika karena beda pilihan, lantas bermusuhan, memutus tali silaturahmi. Padahal, kalau seorang muslim lebih dari tiga hari neng nengan (tidak mau tertegur sapa-red), maka rusaklah seluruh amal baiknya.”
Ketua IHMNU Jepara Zubaidah Mochtar dan Ketua Panitia, Komariah mengatakan, halalbihalal menjadi agenda tahunan diharapkan menjadi perekat silaturahmi sesama anggota dan pengurus. Kegiatan dihadiri 15 dari 16 anak cabang se-Kabupaten. Hanya Karimunjawa yang tidak bisa hadir. (SM Network)
Tag :
NEWS
