Freddy Minta Dikubur di Surabaya - BritaBlog

Freddy Minta Dikubur di Surabaya
MASUK DERMAGA: Sejumlah mobil patroli memasuki Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu (27/7). Mobil itu akan digunakan untuk mobilisasi pasukan pengamananan jelang eksekusi hukuman mati di Lapas Nusakambangan. (Foto : SM)
CILACAP – Eksekusi bagi para terpidana mati semakin dekat. Semua tahap persiapan eksekusi telah dilaksanakan. Termasuk, menanyakan dan memenuhi permintaan terakhir para terpidana mati. Salah satunya Freddy Budiman yang meminta dimakamkan di Surabaya. 

Kini terpidana mati telah ditempatkan di ruang isolasi dan diberi pendampingan rohani. ‘’Duta besar yang bersangkutan juga telah kami beri notifikasi. Semua tahapan sudah kami lalui,’’ kata Jaksa Agung M Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7).

Prasetyo enggan menyebutkan secara detail nama-nama orang yang akan dieksekusi. Dia hanya mengungkapkan, ada 14 orang yang akan dieksekusi untuk tahap ini. Mereka berasal dari berbagai negara. ”Ada yang dari Nigeria, Zimbabwe, Pakistan, dan India. Ada juga nama etnis Tiongkok, tapi saya tidak tahu kewarganegaraannya’’ katanya.

Terkait grasi, Prasetyo menegaskan, waktu pengajuan sudah lewat. ‘’Aturan Indonesia, grasi diajukan paling lambat satu tahun setelah putusan inkraht,’’tandas Prasetyo. Dia juga belum mengungkapkan waktu pasti eksekusi, tetapi tidak membantah eksekusi akhir pekan ini.

Dimakamkan di Surabaya


‘’Kalau tidak ada perubahan akhir minggu ini. Saya berharap semua pihak bisa memahami. Kita menyadari ada pihak yang tidak sepaham, tetapi bagaimanapun ini bukan pekerjaan yang menyenangkan. Meski demikian, ini harus dilakukan,’’ kata Prasetyo.

Selain pendampingan rohani, para terpidana juga mulai ditanya permintaan terakhir mereka. Freddy Budiman misalnya. Terpidana mati kasus narkoba menyampaikan permintaan terakhir, yaitu dimakamkan di kampung halamannya di Surabaya. 

‘’Dia kan arek Suroboyo,’’kata pengacara Freddy Budiman, Untung Sunaryo di Nusakambangan. Freddy juga meminta agar keluarga datang menemuinya di Nusakambangan sebelum pelaksanaan eksekusi mati. 

Sementara itu, Menjelang eksekusi mati tahap III, satus pengamanan diperluas di area Nusakambangan dan sekitarnya. Jika semula pengamanan area Dermaga Wijayapura biasa saja, mulai kemarin semakin diperketat. ‘’Termasuk sisi luar Dermaga Wijayapura,’’ kata Kasubag Humas Polres Cilacap AKP R Bintoro Wasono, kemarin.

Polisi memasang portal di pintu masuk atau 200 meter sebelum Dermaga Wijayapura. Siapa pun yang akan masuk ke wilayah tersebut harus dicek identitasnya. Portal dijaga aparat Sabhara Polres Cilacap. 

Mobil atau kendaraan yang biasanya langsung masuk ke gebang utama, sekarang dihentikan di portal dan dilakukan pemeriksaan ketat. ‘’Dengan demikian, siapa saja dan apa kepentingannya berada di wilayah tersebut dapat diketahui dengan jelas,’’tandas Bintoro.

Pengamanan perairan di sekitar Pulau Nusakambangan juga ditingkatkan. Anggota TNI AL menyisir perairan Nusakambangan mulai dari Dermaga Sodong di Nusakambangan hingga Pantai Teluk Penyu di Cilacap. Patroli perairan ini untuk membersihkan segala aktivitas pelayaran. 

Sepanjang pagi sampai petang, puluhan mobil masuk ke Dermaga Wijaya Kusuma. Termasuk, iring-iringan mobil polisi dari 16 polsek. Mobil-mobil itu akan dijadikan kendaraan operasional selama proses eksekusi. Mobil lainnya mengangkut rombongan keluarga terpidana mati dan utusan kedutaan besar negara asing. (SM, dn,dtc)


Tag : NEWS
Back To Top