Peringatan Jokowi : Harus Satu Visi - BritaBlog

Peringatan Jokowi : Harus Satu Visi
MENYAPA PEGAWAI: Menteri Keuangan yang baru Sri Mulyani (tengah) melambaikan tangan menyapa para pegawai kemetrian setibanya di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (27/7), sebelum acara serah terima jabatan.(SM/Antara)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo memperingatkan para menteri untuk satu visi, sehingga tidak timbul tuding-menuding dan saling menyalahkan yang justru menghambat kerja kabinet dalam menyejahterakan rakyat.

Reshuffle jilid ke-2 Kabinet Kerja, yang dilakukan Jokowi merupakan upaya untuk menjawab tantangan ekonomi global yang melambat dan penuh persaingan ketat. Kondisi yang sangat berdampak dengan kondisi perekonomian Indonesia itu harus dijawab dengan kerja lebih cepat. ‘’Harus menyelesaikan masalah kemiskinan, mengurangi kesenjangan ekonomi yang kaya dan miskin dan kesenjangan antarwilayah.

Kita harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mengatasi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tantangan terus berubah membutuhkan kecepatan kita untuk bertindak. Agar perubahan bisa dinikmati rakyat, baik itu jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Karena itu, saya berusaha maksimal agar kabinet kerja dapat bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan dalam tim solid, serta saling mendukung. Berdasar pertimbangan tersebut, saya dan Wakil Presiden memutuskan merombak kabinet,’’ kata Presiden saat memberikan pengantar menjelang pengumuman reshuffle di halaman belakang Istana Merdeka, kemarin.

Terjadi pergeseran beberapa menteri dan kepala lembaga, serta masuk sembilan nama baru dalam kabinet kerja. Setelah mengenalkan singkat namanama menteri baru, Presiden lalu menyilakan Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung untuk mengenalkan lebih detail lagi nama-nama personel baru Kabinet Kerja kepada wartawan. Siang, tepat pada pukul 13.30 WIB, Presiden melantik 12 menteri baru dan satu kepala badan tersebut di Istana Merdeka.

Beberapa hal menarik perhatian dalam reshuffle, seperti Sri Mulyani Indrawati yang kembali menjabat Menteri Keuangan. Peringatan presiden agar para menteri satu visi dan menjadi tim solid juga dibuktikan dalam reshuffle.

 Dua menteri yang berseteru, yaitu Rizal Ramli dan Sudriman Said dicopot. Setelah pelantikan, Presiden langsung menggelar rapat kabinet paripurna. Presiden Jokowi berharap, para menteri juga bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan bekerja dalam tim solid, kompak, saling mendukung antara kementerian dan lembaga. 

‘’Tidak ada lagi yang saling menyalahkan dan kalau ada yang kurang, ini kekurangan kita semua. Sebab, kita berada dalam satu tim kerja,’’kata Jokowi membuka sidang kabinet. (sm)


Tag : NEWS
Back To Top