RADAR ACEH | Aceh Utara, Dua kecamatan hasil pemekaran wilayah di Aceh Utara bahagian barat masing masing Kecamatan Nisam Antara dan Banda Baro hingga saat ini masih tergolong tertinggal, Minggu (21/08).
Program peningkatan infrastruktur pedesaan, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan pelayanan pendidikan untuk kecamatan tertinggal tersebut banyak yang belum berjalan.
Seperti dituturkan Camat Banda Baro, Fadly kepada Radar Aceh kemarin, jalan gampong yang berlumpur ketika turun hujan, persawahan yang sering tidak ditanami padi karena belum ada irigasi, kondisi Puskesmas yang sangat memprihatinkan. Begitu juga terhadap pasar masih serba darurat.
Namun untuk Puskesmas menurut Camat sudah diusulkan untuk dibangun baru dalam. anggatran APBK 2017 dan diharapkan 2018 Banda Baro sudah memiliki Puskesmas setingkat kecamatan lain. " Inilah kondisi Banda Baro untuk rumah dinas camat juga masih belum bisa ditempati", keluh Fadly.
Kecamatan yang memiliki sembilan gampong, dua mukim, penduduk sekitar 6000 jiwa kendati letaknya berdampingan dengan pabrik PT KKA belum terlihat kemajuan yang dicapai. Bahkan ketika hujan lebat turun dipastikan puluhan rumah dan fasilitas umum lainnya tergenang air.
Sementara untuk sarana pendidikan kecamatan ini baru memiliki satu TK, 4 SD, 1 SMP, 1 MTsn, 1 MIN dan 1 SMA serta 1 pasantren. (UCR).
