Oleh: Drs. Wibowo
Abstraksi
Firman Allah Swt. :
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka".(QS.13:11). Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
"Sesungguhnya mereka yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka dilaknati Allah dan dilaknati oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati. Kecuali mereka yang bertobat, memperbaiki diri, dan menerangkan (kebenaran), merekalah yang Kuterima tobatnya. Dan Aku Maha Penerima Tobat, lagi Maha Penyayang".
(Al-Baqarah: 159-160). "...Maka tanyakanlah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tiada mengetahui". (An-Nahl: 43 dan Al-Anbiya: 7)
Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004: lihat pula jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni tetap, menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia.
Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Peta garis kepulauan Indonesia, Deposit oleh Republik Indonesia pada daftar titik-titik koordinat geografis berdasarkan pasal 47, ayat 9, dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif.
Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (ring of fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.
Alfred Thayer Mahan seorang ahli geopolitik yang melihat secara geografis wilayah seperti Amerika Serikat (AS). Hanya satu kekuasaan dunia, yang berarti kekuasaan dan kepentingan yang meliputi seluruh dunia, dapat dianggap Negara Besar (memiliki great power).
Sebab itu, negara yang berkekuatan darat saja tidak dapat menjadi Negara Besar, ia harus memiliki kekuatan laut. Pemikiran Presiden Soekarno banyak diilhami oleh Doktrin Kekuatan Laut yang diajarkan oleh Alfred Thayer Mahan untuk mewujudkan Pax Indonesiana, seperti Pax Britannica dan Pax Americana.
Dengan keunggulan diplomasinya ia berhasil meyakinkan Uni Soviet untuk menjual peralatan militernya kepada Indonesia.
Masa pemerintahan Soekarno, dalam balance of power (perimbangan kekuatan) di Asia-Pasifik, kekuatan AL Indonesia menyandang predikat sebagai "Negara Terkuat di Belahan Bumi Selatan".
Kata Kunci : Geopolitik, Indonesia
Pendahuluan
Menurut Hans J. Morgenthau (Pemikir Realisme Politik Internasional) dalam bukunya "Politic Among Nations: The Struggle for Power and Peace".
Terjemahan, Politik Antara Bangsa: Perjuangan untuk Power dan Perdamaian, Edisi Kelima, Revisi, (New York: Alfred A. Knopf, 1978). Indonesia yang memiliki kekuatan nasional (national power) jika potensi ini dibangun dengan kesungguhan hati dan keikhlasan maka Indonesia akan menjadi negara besar dan terkuat di dunia menggantikan posisi AS. Apa-apa saja yang disebut oleh Morgenthau sebagai kekuatan nasional itu?
Ada beberapa faktor, yaitu Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki resources, Angkatan Perang (TNI) yang disegani oleh dunia, berpenduduk mayoritas kaum Muslim, dan secara geografis Indonesia terletak di rimland of Asia (daerah pinggiran), seperti menurut teori Nicholas Spykman, adalah daerah bulan sabit dalam (rimland of Asia) akan lebih besar pengaruhnya (c.q. Indonesia) dalam percaturan politik dunia daripada daerah jantung (heartland), yaitu negara-negara Eropa. Secara rinci faktor-faktor itu adalah sebagai berikut:
Geografis, posisi geografi sebuah negara bisa menguntungkan dan bisa pula merugikan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di antara Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik serta di antara Benua Asia dan Benua Australia.
Sumberdaya alam (resources) sangat penting untuk pembangunan ekonomi dan militer sebuah negara.
Resources ini harus dieksplorasi dan dieksploitasi oleh bangsa Indonesia sendiri bahu membahu dengan pemerintah sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh khalayak rakyat banyak.
Dalam dunia modern, kemampuan industri juga ikut menentukan kekuatan sebuah negara, apakah ia kuat atau lemah.
Kesiagaan militer. Apalah artinya jika sebuah negara memiliki resources, sebagai industri maju dan juga secara geografis memiliki posisi yang strategis jika tidak bisa dipertahankan. Kesiagaan militer ini juga sebagai faktor yang menentukan keberhasilan kebijakan politik luar negeri sebuah negara jika dengan jalan diplomasi tidak tercapai tujuan.
Penduduk. Sumberdaya manusia ini demikian bisa membuat kemajuan sebuah negara atau bisa membuat kerusakan sebuah negara jika penduduknya tidak memiliki ilmu dan agama.
Karakter nasional ini pun sangat mendukung keberhasilan sebuah negara menjadi kuat. Karakter nasional ini sangat jelas menentukan daya saing suatu negara dalam percaturan internasional. Presiden Soekarno pernah menggagas character and nation building agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul dan terkuat di dunia.
Moral nasional. Istilah ini merujuk kepada sesuatu yang abstrak tapi juga merupakan pilar penting dalam menopang kekuatan sebuah negara. Moral nasional ini memancar ke berbagai sektor mulai dari pertanian, industri samapai ke militer dalam memberikan arti bagi negaranya. Semangat pengabdian misalnya, adalah salah satu ciri morall nasional tersebut.
Kualitas diplomasi. Dalam konteks luas, sebuah negara yang hidup dalam pergaulan internasional perlu memiliki diplomat-diplomat ulung dalam mencari peluang-peluang lebih besar dalam mengantisipasi bahaya yang akan datang dan juga sebagai tolak ukur dari keberhasilan politik luar negeri sebuah negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya.
Kualitas pemerintah tentu sangat penting dan vital bagi kemajuan sebuah negara. Karena syarat dapat disebut sebuah negara adalah harus ada wilayah, rakyat, dan pemerintahnya.
Penulis menelaah, mengkaji, dan menganalisa dari 9 (sembilan) faktor tersebut di atas, Indonesia memiliki kesembilan faktor tersebut, namun potensi ini belum berhasil dibina dan dibangun dengan kesungguhan jiwa dan raga oleh pemerintah dan rakyat Indonesia. Penduduk Indonesia adalah mayoritas Muslim, maka seyogyanya pola pikir dan sikapnya untuk menjadi bangsa yang besar dan kuat mengacu kepada surah Al-Qur'an yang disebut di atas.
Keyakinan penulis, jika negara Indonesia ini dikelola dengan baik dan benar, ikhlas, jujur, dan berkepribadian nasional yang kuat maka tidak menutup kemungkinan 2025 Indonesia menjadi negara kuat di dunia, seperti yang diramalkan oleh Hans J. Morgenthau dan Nicholas Spykman di atas.
Pembahasan
Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri atas beberapa pulau utama dan ribuan pulau kecil. Pulau utama di Indonesia antara lain: Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan juga Irian.
Jika didasarkan pada angka statistik, wilayah teritorial Indonesia didominasi lautan dengan perbandingan 4:1 dengan daratan. Meski demikian, jika semua pulau di Indonesia digabungkan menjadi satu, maka ia akan menempati urutan ke-15 negara terluas di dunia. Jika didasarkan pada letak geografis Indonesia, maka ia termasuk ke dalam kawasan regional Asia Tenggara.
Letak geografis ini dianggap sebagian ahli sangat strategis sebab ikut membentuk Indonesia sebagai salah satu negara potensial di dunia. Sama seperti letak astronomis, titik geografis memang berpengaruh banyak pada sebuah wilayah.
Lantas, apa pengaruh positif letak geografis terhadap Indonesia?
Apa yang dimaksud dengan letak geografis. Berbeda dengan letak astronomis, letak geografis melihat sebuah wilayah dari letak nyatanya di permukaan bumi. Sudut pandang geografis lebih menekankan sebuah titik berdasarkan fenomena geografi yang melingkupi wilayah tersebut.
Fenomenaa geografis yang dimaksud antara lain pegunungan, sungai, lautan, samudera, benua dan lain-lain. Lalu bagaimana dengan letak geografis Indonesia?
Secara geografis, Indonesia diapit dua samudera dan juga dua benua. Secara detil, pada bagian barat laut Indonesia berbatasan dengan Benua Asia. Sedangkan pada bagian Tenggara, Indonesia berbatasan dengan Benua Australia. Pada arah barat, wilayah Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia dan sebelah timur laut berbatasan dengan Samudera Pasifik. Batas-batas geografis ini memberi sejumlah pengaruh bagi Indonesia sebagai sebuah negara dengan kebudayaan yang beragam.
Pengaruh letak geografis Indonesia, sebagai berikut: Secara fisik, dengan letak geografis tersebut Indonesia kemudian dilalui oleh angin monsoon atau muson. Angin ini berganti arah sebanyak dua kali di dalam satu tahun. Kehadiran angin muson ini membuat Indonesia hanya memiliki dua musim yakni penghujan dan kemarau.
Indonesia yang diapit dua benua dan juga dua samudera, membuat wilayah Indonesia sangat strategis sebab dilalui oleh persimpangan lalu lintas internasional baik itu di udara dan juga di laut. Dengan kenyataan tersebut, Indonesia kemudian menjadi negara yang potensi perekonomiannya baik sebab negara industri dan negara berkembang menjadikan Indonesia sebagai titik industri mereka.
Pengaruh letak geografis Indonesia lainnya menyentuh soal budaya. Kekayaan kultur di Indonesia tidak lepas dari kebudayaan negara yang terletak di sekitarnya. Derasnya kebudayaan ini lambat laun memasuki proses asimilasi dan sebagai hasilnya Indonesia memiliki kebudayaan lain yang beragam dan khas.
Selain letak geografis Indonesia, penting juga untuk mengetahui letak geologisnya. Dari sudut pandang geologis, Indonesia dilihat berdasarkan jenis bebatuan yang ada. Secara geologi, Indonesia dilalui oleh dua pegunungan yakni Mediteranian pada sebelah barat dan pegunungan Sirkum di bagian Timur.
Keberadaan dua pegunungan tersebut membuat Indonesia kaya akan gunung berapi yang selalu aktif serta rawan akan gempa bumi.
"Indonesia macan Asia". Ungkapan tersebut membuat banyak orang berharap Indonesia macan Asia menjadi suatu kenyataan, bukan lagi sebagai sebatas wacana saja. Sebagian mungkin menganggapnya angan-angan. Namun, ada baiknya sekarang kita harus singkirkan kabut gelap yang menyelimuti benak sebagian besar orang Indonesia itu.
Kita lihat prospek perekonomian dan kekuatan nasional (national power) Indonesia di atas yang penulis sebutkan satu per-satu. Di sana akan kita temukan fakta-fakta yang optimisme dan harapan.
Indonesia bukan lagi akan menjadi macan ekonomi di regional Asia, tetapi macan dunia.
Rabu (18/9-2012), McKinsey Global Institute (MGI), salah satu lembaga konsultan bisnis paling prestisius di dunia, menerbitkan buku laporan tentang prospek perekonomian Indonesia.
Judulnya cukup menggoda, The archipelago economy: Unleashing Indonesia's potential. (Ekonomi kepulauan : Menyingkap/ membuka potensi Indonesia). Dalam laporan setebal 101 halaman tersebut, MGI mengulas rekam jejak kinerja perekonomian Indonesia, prospek masa depan, termasuk memberikan saran bagi pemerintah dan pelaku bisnis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
MGI membuat pula proyeksi potential size atau besarnya potensi bisnis di Indonesia pada 2030. Potensi itulah yang akan menjadi daya pikat tersendiri bagi investor untuk menanamkan investasinya di Indonesia.
Direktur MGI yang juga Chairman Mc Kinsey Indonesia Raoul Oberman mengatakan, track record Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sangat luar biasa. Namun sayangnya kurang mendapat apresiasi. ''Indonesia is the best hidden secret (Indonesia adalah rahasia terbaik yang tersembunyi, Red),'' ujarnya saat presentasi di Jakarta. (19/9-2012).
Oberman menyebutkan, saat ini, Indonesia sudah menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia dan akan terus tumbuh. Dalam satu dekade terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi paling stabil jika dibandingkan dengan negara negara maju yang tergabung dalam OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) dan BRIC (Brasil, Rusia, In dia, China).
Ditambah lagi, rasio utang Indonesia terhadap gross domestic product (GDP) di kisaran 25 persen termasuk yang terendah di dunia.
Menurut Oberman, Indonesia juga diuntungkan dengan sejumlah trend yang kuat. Indonesia terletak di jantung kawasan ekonomi paling dinamis di dunia, yakni Asia.
Dalam 15 tahun mendatang, jumlah masyarakat kelas konsumen atau kelas menengah (middle class) di dunia akan bertambah 1,8 miliar orang dan sebagian besar berada di Asia. Itu akan meningkatkan permintaan sumberdaya alam dan komoditas dari Indonesia.
Kelas menengah adalah masyarakat dengan pendapatan per-tahun di atas 3.600 dollar AS. Khusus untuk Indonesia, jumlah kelas menengah saat ini sekitar 45 juta orang, pada 2030 akan bertambah 90 juta orang sehingga menjadi 135 juta orang. ''Kecuali China (Tiongkok, Red) dan India, pertumbuhan kelas menengah Indonesia lebih tinggi dari negara mana pun di dunia,'' kata Oberman.
Oleh karena itu, pada 2030, Indonesia diperkirakan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-7 di dunia, hanya kalah dari Tiongkok, AS, India, Jepang, Brasil, dan Rusia. Artinya, raksasa Eropa seperti Jerman, Inggris, dan Prancis pada tahun itu akan dipegang oleh Indonesia.
Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, "Salah satu keunggulan Indonesia yang membuat prospek cerah ekonomi jangka panjang adalah demographic dividend atau keunggulan demografis.
Saat ini, porsi terbesar penduduk Indonesia berusia 0–24 tahun sehingga dalam jangka waktu 20–25 tahun ke depan, porsi terbesar itu akan berada di usia produktif".
''Saat ini, di dunia hanya ada dua negara dalam kondisi demographic dividend, yakni Indonesia dan India. Jepang dan Korea Selatan sudah masuk ke aging society (porsi penduduk tua lebih besar daripada usia produktif ), sedangkan China sudah menuju proses aging society,'' ujarnya.
Mahendra juga menyebutkan data International Monetary Fund (IMF) tentang GDP berdasar purchasing power parity (PPP). Pada tahun ini, GDP Indonesia sudah mencapai 1,2 triliun dollar AS. "Artinya, kita sudah melampaui Australia yang sebesar 954 miliar dollar AS", sebutnya.
Pada 2016, GDP Indonesia diproyeksi mencapai 1,7 triliun dollar AS atau akan menyalip Kanada yang pada tahun itu diperkirakan 1,6 triliun dollar AS.
Mahendra menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini juga membanggakan.
"Ingat, saat ini Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di dunia setelah China (Tiongkok, Red). Kita sudah melampaui India", sebutnya.
Sebagaimana diketahui, sepanjang semester-I 2012, Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 6,35 persen atau hanya kalah dari Tiongkok yang tumbuh 7,85 persen.
Namun, Indonesia mencatat trend kenaikan dengan pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada triwulan I dan naik menjadi 6,4 persen pada triwulan II. Sementara itu, Tiongkok justru melambat, yakni dari 8,1 persen menjadi 7,6 persen.
Di ASEAN, saat ini Indonesia juga cukup jauh meninggalkan pesaing seperti Thailand yang sepanjang semester I 2012 tumbuh 2,3 persen, Vietnam 4,3 persen, dan Malaysia 5,15 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi kelompok negara BRIC (Brasil, Rusia, India, China) yang selama ini digadang-gadang sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia tidak terlalu menggembirakan.
Selain Tiongkok, pertumbuhan ekonomi empat negara lainnya masih kalah jika dibandingkan Indonesia. Misalnya, India 5,35 persen, Rusia 4,45 persen, dan bahkan Brasil hanya mampu tumbuh 0,65 persen.
Karena itu, Goldman Sachs Asset Management yang sebelumnya mempopulerkan akronim BRIC kini mengeluarkan akronim baru, MIST, yakni Meksiko, Indonesia, South Korea, Turki.
Keempatnya merupakan negara anggota kelompok elite G-20 yang menjadi primadona baru investor internasional. Goldman Sachs menyebut, produk portofolio investasi ke empat negara tersebut yang dinamakan N-11 (Next 11) Equity Fund tumbuh pesat. Awal Agustus lalu, pertumbuhan investasi ke MIST mencapai 12 persen, jauh melampaui pertumbuhan investasi ke BRIC yang hanya 1,5 persen.
Dari fakta di atas, kita harus optimistis. Presiden Direktur McKinsey Indonesia Arief Budiman menambahkan, masih ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Selain membenahi infrastruktur dan birokrasi, Indonesia harus mendorong produktivitas pertanian dan perikanan yang potensinya sangat besar, menggunakan sumber energi alternatif, dan menginvestasikan pengembangan sumberdaya manusia (SDM).
"Jika berhasil, ini akan menciptakan pasar hingga 1,8 triliun dollar AS (sekitar Rp 18.000 triliun)", ucapnya.
Indonesia dalam Teori Domino AS
Teori Domino, atau disebut juga dengan Domino Effect adalah sebuah teori yang menyatakan bila satu negara telah menganut ideologi tertentu, negara-negara tetangganya secara otomatis akan menganut ideologi yang sama pula.
Perwujudan dari Teori Domino pada masa perang dingin adalah munculnya Proxy War di berbagai kawasan di luar Eropa. Proxy War adalah perang sekunder sebagai akibat dari perang primer yang berlangsung di antara dua negara besar, yaitu Amerika Serikat dan Uni soviet. Proxy War terjadi, antara lain di Vietnam dan Korea.
Di Vietnam, komunisme direpresentasikan oleh Vietnam Utara. Kubu yang mendapat dukungan kekuatan dari komunisme Soviet dan Cina ini berseteru dengan Vietnam Selatan yang mendapat dukungan dari kekuatan demokratis kapitalis Amerika Serikat.
Di Korea, kekuatan ideologi demokrasi-kapitalis Amerika Serikat diwakili oleh Korea Selatan, sedangkan kekuatan komunisme Uni Soviet dan Cina diwakili oleh Korea Utara.
"Pertimbangan terpenting yang menyebabkan intervensi AS secara besar-besaran di Vietnam – biarpun perang di Korea telah membuktikan bahwa terlibat dalam perang di rimland of Asia tidak menguntungkan AS – kiranya adalah kekhawatiran pemimpin-pemimpin serta pemikir-pemikir strategis AS bahwa dengan 'drift' Indonesia ke komunisme, khususnya komunisme Peking, semua negara Asia Tenggara yang terletak antara RRT dan 'Indonesia komunis' akan menjadi komunis, sesuai dengan domino-teori yang mereka telah kembangkan dan anut pada waktu itu".
Amerika Serikat (AS) telah membuat strategi untuk memenangkan perang pemikiran ini. Strategi ini dinamakan dengan, "Muslim World Outreach" (MWO).
Beberapa butir utama yang dapat dipahami dari strategi masuk dalam Teori Domino AS yang pada masa itu untuk membendung komunisme dan komunis pasca Perang Dunia II (PD II), dan pasca Perang Dingin ditujukan kepada radikalisme Islam, adalah :
Strategi dan demokrasi merupakan standar kriteria untuk mengelompokkan kaum Muslim.
MWO mempunyai sasaran untuk memperkuat kelompok moderat.
Standar utamanya adalah kesesuaian pemahaman mereka dengan sudut pandang sekularisme dan konsep demokrasi.
Kelompok moderat didorong dan dibantu melakukan kampanye untuk mendiskreditkan kelompok radikal. Paul Wolfowitz mengatakan, "Perang ini harus dijalankan utamanya di negeri-negeri Muslim itu sendiri dan oleh Muslim".
Kelompok moderat lalu didorong untuk memperbanyak hasil kajian yang menunjukkan kesesuaian Islam dengan sekularisme, demokrasi, dan ide-ide turunannya.
Indonesia merupakan target utama dari strategi MWO.
Pada bulan Februari 2005, Global Information and Influence Team yang dibentuk oleh The CIA's Office of Transnational Issues menyelenggarakan konferensi diplomasi publik yang memfokuskan diri pada pembahasan strategi untuk mempengaruhi enam negara, termasuk di antaranya Indonesia.
Seorang pejabat AS mengatakan bahwa perubahan Islam akan dimulai dari luar Dunia Arab.
Indonesia adalah target pertama dari strategi MWO. Ini dapat dipahami karena selain paling moderat (sekular) dan paling banyak jumlahnya.
Media massa merupakan alat yang penting dalam strategi MWO AS. Dengan target para pemirsa Arab, AS telah membangun pada tahun 2002 Radio Sawa, stasiun radio yang menyiarkan musik pop dan berita. Pada tahun 2004, al-Hurra, TV satelit yang menyiarkan berita.
Di samping itu, banyak program yang tidak secara eksplisit terkait dengan tema Islam, seperti program hiburan, program anak-anak, dan sebagainya digunakan untuk menyisipkan pesan-pesan, seperti pluralisme, demokrasi, dsb.
Kenapa Indonesia masuk ke dalam Teori Domino AS pada masa Perang Dingin (konflik kapitalisme dan komunisme) dan pasca Perang Dingin sekarang ini?
Karena, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki resources, Angkatan Perang (TNI) yang disegani oleh dunia, berpenduduk mayoritas kaum Muslim, dan secara geografis Indonesia terletak di rimland of Asia (daerah pinggiran), seperti menurut teori Nicholas Spykman, sebagai berikut: Dunia terbagi 4 (empat), yaitu daerah jantung (heartland), bulan sabit dalam (rimland of Asia), bulan sabit luar, dan dunia baru (benua Amerika).
Menggunakan kombinasi kekuatan darat, laut, dan udara untuk menguasai dunia.
Daerah bulan sabit dalam (rimland of Asia) akan lebih besar pengaruhnya (c.q. Indonesia) dalam percaturan politik dunia daripada daerah jantung (heartland), yaitu negara-negara Eropa.
Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat.
Bangsa Indonesia (memiliki paham nasionalisme Soekarno).
Kesimpulan
20125 Indonesia akan menjadi negara kuat di dunia jika potensinya (national power) dibangun menjadi kekuatan yang nyata (real power), seperti yang telah penulis bahas dan kaji dalam pendahuluan dan pembahasan.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang lokasi geografisnya sangat strategis karena termasuk daerah pinggiran (rimland of Asia) yang disebut oleh Nicholas Spykman seorang ahli geopolitik, penduduk Indonesia terbesar ke-4 di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat, Indonesia memiliki sumberdaya alam yang melimpah dan memiliki nilai strategis untuk membangun industri militer dalam negeri dan industri ekonomi yang maju sebagai prasyarat menjadi negara kuat di dunia. Kemajuan perekonomian Indonesia 2025 harus ditopang dengan pembangunan militer (TNI.red) yang besar dan kuat berskala global, seperti kekuatan militer Amerika Serikat dan Inggris.
Daftar Pustaka
Edward Mead Earle, et.al.,Penyusun-Penyusun Strategi Perang Modern, Diterjemahkan oleh Sumantri Mertodipuro dan M. Ridwan, Jakarta : Bhratara, 1962.
Lie Tek Tjeng, Studi Wilayah Pada Umumnya Asia Tenggara Pada Khususnya, Bandung: Penerbit Alumni, 1981, Cetakan 2.
Yusron Ihza, Tragedi & Strategi Pertahanan Nasional, Bandung : Mizan Pustaka, 2009, Cet. 2.
Majalah al-wa'ie, No. 60 Tahun V, 1-31 Agustus 2005.
Kepala Perpustakaan STISIP Syamsul Ulum
