Banda Aceh - Aliansi Ormas Islam Aceh adakan aksi bela islam, perwakilan dari Ormas Islam yang hadir diantaranya, Forum Pembela Islam (FPl), DDIA, HUDA, RTA, HTl, lMM, KAMMI, DEMA UIN, Pll, GeMAR, SaDAR, STKlP BBG, HMl, HIMMAH Aceh, Aceh Gemilang, Senat Pasca Sarjana UIN Ar-Raniry, Sahabat Aceh, serta Ormas Islam lainnya, Rabu (24/05).
Dalam aksi tersebut sikap Aliansi dan ormas islam Aceh yang disampaikan oleh Tgk. Abdul Wahed (Wakil FPI Aceh Besar).
Sehubungan dengan situasi politik dan keummatan saat ini, dimana islam selalu diposisikan pada posisi tertuduh dengan berbagai macam bentuk penistaan terhadap Islam dan kriminalisasi terhadap ulama, aktivis islam, dan ormas islam, maka kami yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Aceh merasa perlu dan mendesak untuk merespon berbagai persoalan yang menimpa Islam dan Umat Islam, yaitu untuk melalui aksi bela islam ini kami menyatakan sebagai berikut.
Menolak keras segala bentuk penistaan terhadap agama islam. Bagi siapapun yang melakukan penistaan tersebut baik individu maupun kelompok, agar diberi tindakan hukum seberat-beratnya.
Menolak keras kriminalisasi terhadap ulama dengan bebagai macam bentuk fitnah keji yang dilontarkan terhadap mereka, sekaligus mendesak pemerintah untuk menghentikan segala bentuk upaya penyelidikan hukum terhadap mereka.
Kami meyakini bahwa kasus yang menjerat mereka, adalah upaya mencari cari kesalahan. Kami menilai kasus ini bukanlah persoalan hukum, melainkan lebih pada persoalan politik.
Menolak keras rencana pemerintah melakukan pembubaran ormas Islam. Kami melihat rencana pemerintah melakukan pembubaran Ormas Islam dengan tuduhan anti Pancasila dan memecah belah NKRI adalah tuduhan tak berdasar dan tanpa bukti.
Kami juga menilai, upaya pembubaran ormas Islam yang telah berkontribusi nyata dalam membangun kesadaran Islam pada ummat, adalah upaya pemerintah untuk membungkam Dakwah Islam.
Kami juga menolak terhadap segala bentuk adu domba yang memecah belah kesatuan umat islam. Adanya upaya pembubaran pengajian, penolakan terhadap sejumlah ormas Islam di wilayah tertentu di Indonesia oleh Ormas Islam 'Iainnya, yang sebelumnya tidak pernah terjadi, namun akhir-akhir ini telah sering terjadi, adalah bentuk upaya adu domba antar umat Islam oleh pihak-pihak tertentu.
Kami menghimbau kepada seluruh komponen umat islam untuk senantiasa menjaga ukhuwah Is'lamiyah, jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang menghendaki perpecahan ditubuh umat Islam ini.
Kami merasa perlu merespon surat yang ditujukan kepada Presiden Indonesia bapak Ir. Joko Widodo oleh Persekutuan Gerejaa Gereja dan Lembaga-lembaga lnjil Indonesia (PGLII) perihal dukungan terhadap pembubaran ormas Islam HTI oleh pemerintah dan desakan untuk membubarkan FPI.
Kami menilai surat yang dilayangkan mereka telah menyinggung SARA dan menciderai toleransi yang telah berjalan lama di Indonesia. HTI dan FPI tidak terbukti sama sekali pernah melakukan intimidasi atau halahal yang merusak keberagaman umat beragama.
Kami meminta para pendeta ataupun tokoh gerejawan Aceh untuk mendesak (PGLII) Pusat, mencabut surat yang telah dilayangkan tersebut dan menyatakan sikap dukungan terhadap seluruh komponen umat islam termasuk seluruh ormas Islam.
Kami mendesak Kapolda Aceh untuk memproses secara hukum oknum Kepolisian Bener Meriah Wel Glnting yang telah terbukti secara terang-terangan melakukan penghlnaan terhadap ulama dalam hal ini Hablb Rizieq Shihab.
Beberapa hari ke depan kita akan menyambut bulan suci Ramdhan, maka kami Aliansi Ormas Islam Aceh dengan tulus dan gembira mengucapkan kepada seluruh kaum muslimin Aceh, Marhaban Ya Ramadhan.
Kami juga menghimbau kepada seluruh pihak, untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dari berbagai hal yang dapat menggangu kekusyukan masyarakat dalam menunaikan ibadah Ramadhan. Semoga Ramadhan kali ini, dapat kita lsi secara maksimal dengan Amal Shaleh yang diridhai oleh Allah SWT,"tutupnya,(AR,01).
