PIDIE JAYA - Pasca gempa yang melanda Kabupaten pidie jaya pada Desember lalu hingga memporak-porandakan seluruh banggunan, baik itu rumah masyarakat mau pun rumah ibadah dan pusat perkantoran, Rabu (24/05).
Hingga saat ini insfrastruktur yang rusak akibat gempa disejumlah gedung pemerintahan masih belum tersentuh, bahkan pusat perkantoran pemda setempat dan DPRK serta instansi lainya dikhawatirkan suatu saat akan ambruk.
Pantuwan wartawan Radaraceh disejumlah lokasi gedung tersebut sangat rawan dan nyaris roboh.
Dalam hal ini pemerintah Aceh serta pemerintah pusat harus mengambil langkah-langkah kongkrit, sebelum gedung pemeritah tersebut ambruk hingga menelan korban jiwa.
Seperti halnya yang terjadi digedung DPRK saat ini,seluruh pegawai negeri sipil mau pun angota dewan dikantor tersebut hanya menggunakan dan beraktifitas dilatai dasar, baik itu sidang paripurna serta kegiatan seremonial lainnya.
Sedangkan lantai atas mengalami retak-retak yang cukup parah.
Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan terlalu lama, selain bisa mempengaruhi dampak anggota dewan yang engan untuk masuk kantor, juga berpengaruh terhadap kinerja pemkab pidie jaya dari pantauan pansus DPRK setempat, terhadap kinerja pemerintah yang terealisasi maupun yang belum.
Kemungkinan besar, dikhawatirkan juga bisa berpengaruh dalam menggunaan anggaran negara, dengan kecurangan yang dilakukan pihak eksekutif, dan memafaatkan peluang itu untuk mencari keuntungan pribadi.
Para oknum aparatur negara tersebut, tidak peduli dengan musibah yang dirasakan masyarakat banyak, selama ada kesempatan untuk korupsi, mereka tidak kenal dengan musibah.
Sehingga legeslatif pun tidak dapat melakukan pemantauan secara efektif serta sistem kinerja pemerintah yang transparan dan Akuntabilitas.(Is)
