Pasar Krueng Mane Daging Tembus Rp 170 Ribu, Warga Serbu Penjual Demi Meugang

RADAR ACEH | Aceh Utara- Harga daging sapi pada hari meugang di Aceh melonjak drastis. di beberapa kabupaten/ kota, harganya mencapai Rp 170.000/Kilogram.

Tradisi "Meugang" selalu diperingati warga serambi Mekkah untuk menyambut bulan suci Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari meugang, warga Aceh menyerbu pasar untuk membeli daging sapi atau kerbau. Daging tersebut lalu dimasak untuk dimakan bersama seluruh anggota keluarga. 


Harga daging yang dijual pada hari tersebut melonjak drastis dari biasanya. Walau harga mahal, warga tetap berusaha untuk membeli meski sedikit. Sebagian besar warga Aceh mulai dari kalangan bawah hingga atas makan daging pada hari meugang.

Amatan Radar Aceh di Pasar Inpres Krueng Mane Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/5/2017), sejak malam dini hari, pedagang daging musiman ini terlihat di sepanjang pinggiran jalan pasar krueng mane dan jalan elak. Harga daging sapi yang di jual mencapai Rp 170.000/kg.

Walau harganya yang sangat mahal dan jauh dibandingkan dengan intruksi Gubernur Aceh dan anggota DPD Aceh Sudirman yang hanya Rp. 130.000/Kg, namun masyarakat tetap antusias dan ramai memadati pasar ini.
Sampai pukul 15.00 wib, Para penjual masih menjajakan daging di lokasi yang telah ditentukan atau pun di pinggir jalan itu, Mereka menggantung paha sapi yang telah disembelih sedangkan dagingnya ditumpukkan di atas meja. Meski harga melonjak drastis, namun semua tempat penjualan daging masih ramai didatangi warga.

Mahmuddin (42), warga Krueng Mane mengatakan, meski harganya mahal, kami tetap membelinya, karena itu pun untuk menyambut hari kebesaran kita dan meugang ini pun sudah merupakan tradisi tahunan kita di Aceh, ungkapnya.

"Karena kalau hari ini tidak bawa pulang daging malu rasanya,meski hanya sekilo tetap harus dibeli", lanjut Mahmuddin kepada Radar Aceh saat dijumpai di kawasan pasar inpres Krueng Mane.

Sementara itu,  Safrudin Jafar (55), salah seorang pedagang daging Sapi menjelaskan tentang kenapa harga daging sapi sampai melonjak drastis tidak seperti megang tahun lalu.

"Sebenarnya kami pedagang ini juga merasa susah dan bersalah menjual harga daging yang mahal ini, namun kami pun tidak tahu harus bagaimana, karena sapi yang kami beli pun sudah cukup mahal, harga nya naik sampai 40% per ekornya" ujar Safruddin

Pedagang daging musiman ini juga menyinggung tentang seruan Gubernur Aceh dan Haji Uma. Kita pedagang tidak bisa menjual dengan patokan harga seperti yang dikatakan pak gubernur dan haji uma itu, karena sapi yang kita beli pun mahal. Oke kalau memang pasaran harus menjualnya Rp 130.000/kg, ya pemerintah harus menyediakan sapi/lembu yang bisa kami beli dengan harga murah yang cocok untuk kami jual perkilo Rp. 130.000 /Kg" sebutnya


Seperti yang dilansir salah satu media online beberapa waktu yang lalu, Haji uma mengatakan Kalau harga daging dijual di atas Rp 130 ribu itu bisa terkena tindak pidana. Apalagi Permendag Nomor 20 Tahun 2017 yag dikeluarkan April telah mengatur harga kebutuhan pokok termasuk daging paling tinggi Rp 120 ribu," pungkasnya

Menurutnya, "tingginya harga kebutuhan pokok, seperti harga daging telah memicu keresahan masyarakat. Namun sayangnya, selama ini masyarakat tetap membeli daging meski terpaksa karena sudah menjadi budaya di tengah masyarakat Aceh" . (FA) [red- SR]
Tag : NEWS
Back To Top