Kelangkaan Garam di Indonesia, Berdampak di Kota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Kelangkaan garam di Indonesia sangat berpengaruh di Kota Lhokseumawe bagi pelaku usaha mikro rumah tangga yang memproduksi ikan asin dan tri rembus.

Sebelumnya harga garam Rp. 20.000 per sak (10 Kg) dan sekarang harga garam naik menjadi Rp.75.000 per sak (10 Kg).

Sekertaris Jenderal DPW Barisan Petani Nelayan Aceh (BAPENA) Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, Zamzami mengatakan, Senin (31/07), bahwa banyak pelaku pengusaha mengeluk terhadap harga garam yang naik melebihi 3 kali lipat dari harga sebelumnya.

Dengan harga saat ini bisa megancam bagi pelaku usaha untuk gulung tikar karena biaya produksinya tidak sesuai lagi dengan harga jual.

Zamzami, sangat mengharapkan perhatiaan khusus dari Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menyelesaikan kelangkaan garam industri dan garam rumah tangga.

Pemerintah Kota Lhokseumawe menpercepat pembangunan pabrik garam yang lahannya berada di Gampong Jambo Mesjid Kemukiman Meuraksa Kecamatan Blang Mangat agar bisa mengatasi kelangkaan garam khususnya di Kota Lhokseumawe,"Sebut Zamzami. (Sam)

Tag : NEWS
Back To Top