Takengon| BMN --- Pembangunan Gedung Serba Guna dengan nilai Rp. 434.8000.000, dari anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017 hingga saat ini tak kunjung selesai. Padahal realisasi anggaran bangunan tersebut sudah cair 100 persen.
Yusra Efendi, salah seorang warga Pedemun One-one kepada sejumlah wartawan di Takengon menyebutkan pembangunan Gedung Serba Guna hingga akhir Juli 2018 ini, belum selesai di kerjakan.
Menurutnya, sesuai dengan juklak dan juknis serta dokumen kontrak pelaksanaan seharusnya bangunan tersebut sudah selesai sesuai dengan anggaran tahun berjalan per- 31 Desember 2017,"terangnya.
Menyikapi pertanyaan warga tersebut Plt. Kampung Sahidin melalui TPK Pembangunan Gedung Serba Guna Misran menjelaskan keterlambatan pembangunan Gedung Serba Guna Kampung Pedemun One- One tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adanya perbadaan antara RAB anggaran dengan Gambar, begitu juga dengan adanya perbedaan harga material sehingga diperlukan waktu untuk melakukan revisi.
Baca Juga : Masyarakat Pedemun Protes: Pembangunan Gedung Serba Guna Yang Tak Kunjung Selesai Namun Laporan Sudah Terealisasi 100% http://www.radaraceh.com/2018/07/masyarakat-pedemun-protes-pembanguna.html
Ditambahkannya, selain waktu Revisi yang memakan waktu lebih kurang 3 bulan lamanya, juga dikarenakan adanya keterlambatan suplay material bangunan yang berasal dari toko penyedia barang,"kilah Misran.
"Kami sudah melakukan DO kepada salah satu toko penyedia barang, begitu juga dengan biaya yang ditransfer sesuai dengan kebutuhan, namun pemilik toko terjadi musibah meninggal dunia sehingga toko tersebut tutup hingga tiga Minggu lebih, jadi material tidak bisa dikeluarkan hal ini jelas berdampak kepada pembangunan Gedung tersebut," terang Misran.
Kendala lainnya, tidak komitnya tukang dalam mengerjakan proyek tersebut sehingga juga berdampak pada keterlambatan kerja.
Sementara itu Tim Pendamping Desa Rahmad kepada wartawan membenarkan adanya revisi RAB dan Gambar Bangunan Serba Guna dan terhentinya suplay material menjadi penyebab utama terlantarnya bangunan itu.
"Sesuai tupoksi saya selaku pendamping desa hanya bisa mempertanyakan keterlambatan pembangunan itu kepada Reje selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) selebihnya, Reje dan sekretaris kampung yang dapat menegur langsung kepada TPK, " terangnya, sembari mengatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan jajaranya di Kecamatan dan Kabupaten terkait keterlambatan pembangunan Gedung Serba Guna tersebut.
Diakhir, konfirmasinya kepada waryawan di Kampung Pedemun One- One, Sabtu (21/7) Misran selaku TPK Pembangun Gedung Serba Guna itu, mengatakan dirinya siap bertanggung jawab untuk menyelesaikan bangunan tersebut.
Insya Allah, dalam dua Minggu ini, bangunan serba guna ini rampung dikerjakan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kepala tukang," Pungkasnya. (Tim)
Tag :
NEWS

