Karena Menggangu, PLN Tebang 17 Pokok Sawit Milik PT.Gotong Royong

Pijay --- PT PLN persero cabang Meureudu, menebang 17 pokok sawit milik PT.Gotong Royong yang dianggap mengganggu kabel induk aliran listrik di desa Sarah Mane, Meurah Dua, Pidie Jaya, Kamis, 26/7/2018.

Pokok sawit tersebut yang tingginya mencapai 8 meter, batangnya hanya berjarak sekitar dua (2) meter dari kabel induk PLN, sedangkan daunnya menyentuh kabel tersebut.

Dengan mengguna Shinsaw, sekitar sepuluh (10) petugas PLN menebang (memotong) sebanyak 17 pokok sawit tersebut karena dianggap telah menggangu kabel tersebut. Apabila angin kencang, bukan tidak mungkin pokok sawit tersebut tumbang ke atas kabel tersebut. 

Manager Operasional Lapangan dan Pemasaran PT. Gotong Royong Lissianto yang akrab disapa Pak Lis yang wawancarai menjelaskan bahwa penebangan tersebut telah mendapat izin dari Direktur Utama, apalagi pokoknya sangat berdekatan sekali dengan jalan raya dan kabel PLN.

"Penebangan tersebut telah mendapat izin dari bapak Direktur Utama, apalagi telah mengganngu kabel PLN. Kita juga khawatir pokok sawit tersebut akan tumbang jika angin kencang, yang efeknya akan mengganggu aliran listrik.
Maka apa yang dilakukan pihak PLN sangatlah wajar.

Terkait pertanyaan, kenapa PT.Gotong Royong menanam pokok sawit dekat sekali jalan dan kabel PLN, pak Lis, menerangkan bahwa lebih dulu ditanam pokok sawit dari pada masuk PLN.

"PLN baru beberapa tahun masuk ke desa ini, sedangkan Perusahaan kami telah lebih dulu, sekitar tahun 80an.
Namun, demi kepentingan umum, kita tetap setuju," pungkas Pak Lis.(IA)
Tag : NEWS
Back To Top