oleh: Putri Rahmadani (Aktivis Sekolah Pemimpin Muda Aceh, Mahasiswa Pertanian Unimal)
Pertanian yang merupakan suatu usaha yang proses hingga hasilnya dinikmati seluruh masyarakat, proses nya pertahap dimana di mulai dari lahan garapan, pengunaan bahan baku serta penerapan sarana produksi didalamnya.
Di dalamnya ada proses menciptakan suatu produk dengan menggunakan suatu sikap manajerial yang dilakukan. Tahap yang dilakukan seiring berkelanjutan dan turun temurun yang tiada mengambil sikap atau eksploitasi agar lebih baik.
Dalam hal penggunaan bahan baku adanya permodalan yang harus ada ketika membeli bahan baku untuk melanjutkan proses produk, namun disanalah sering terjadi kesenjangan karena banyak petani yang sebagai subjek susah mendapatkan modal untuk membeli bahan baku.
Minimnya biaya saku untuk membeli bahan baku, langkanya sarana produksi yang harus digunakan seperti pupuk alami yang semakin harus dipaksakan untuk digunakan, mengingat bahaya pupuk kimia bagi produksi hasil pertanian.
Permasalahan yang semakin lama semakin menjadi pertanyaan bagi seluruh masyarakat di indonesia khususnya, tidak asing lagi jika Indonesia merupakan daerah khatulistiwa yang memiliki dataran yang dapat ditumbuhi berbagai macam tumbuhaan yang bernilai rupiah jika diperjualbelikan.
Bukankah pemerintah memberikan program permberdayaan kepada masyarakat khususnya petani agar lebih maju?
Namun mengapa posisi petani segala masih dalam kategori miskin (Lingkaran setan), hal yang ingin dipertanyakan dan ditakuti bagi seluruh petani di indonesia; mau dibawa kemanakah hasil pertaniannya ? Apakah kami akan selalu menjual hasil tanpa memprosesnya menjadi produk yang lebih baik? Apakah kehidupan pertanian akan terus berlanjut hingga beberapa tahun kedepannya?
Tentu itu menjadi pertanyaan besar yang harus bagi pemikir kritis tentang pertanian saat ini.
Pemerintah sebagai pengampu kebijakan agar lebih mengembangkan politik pertanian agar lebih baik kedepannya.
Pengetahuan tentang politik pertanian yang mengharuskan lebih kepada pertaniannya seharusnya diterapkan agar masalah tentang pertanian yang kian muncul dapat teratasi dengan baik juga dapat mengatasi masalah pertanian sekarang, Ilmu politik pertanian harus lebih dikembangkan, bukan hanya pemerintahan namun menyertakan petani sebagai subjek dan objek agar lebih paham tentang pengelolaannya pertanian kedepannya, serta dapat mengubah pandangan masyarakat tentang pertanian, pertanian bukan hanya penggarapan tanah, pembuatan bedengan, lumpur, cangkul, tapi pertanianlah yang dapat meningkatkan devisa negara dari pembangunan pertanian.
Tag :
NEWS

