|
Alat pengukur pemakaian gas rumah tangga yang dipasang dalam program city gas. (Foto : suaramerdeka)
|
BLORA, panturaNews.info -- Launching ujicoba program city gas di Blora, Jumat (29/7), ternyata masih menyisakan persoalan. Warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan dengan dukungan Bupati Djoko Nugroho meminta diturunkannya tarif pemakaian gas dan uang jaminan.
Pihak PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku operator city gas akan membawa usulan warga tersebut dalam rapat direksi. Tarif pemakaian gas city gas diklaim lebih murah dibanding harga elpiji.
PGN sebelumnya menetapkan besaran uang jaminan yang harus dibayarkan warga sebesar Rp 300.000. Uang jaminan itu bisa diangsur warga dalam jangka waktu tiga bulan. Jika tidak lagi berlangganan gas city gas, uang jaminan itu akan dikembalikan kepada warga.
Sedangkan biaya pemakaian gas Rp 3.300/meter kubik. Pemakaian gas minimal 10 meter kubik perbulan. Jika pemakaian gas di bawah 10 meter kubik, warga tetap harus membayar penggunaan gas sesuai batas minimal. Dengan ketentuan tersebut, warga setiap bulan harus membayar Rp 33.000 untuk pemakaian gas. Terhadap penetapan harga itu, warga mengajukan penawaran.
‘’Rumangsaku yo gratis, Mas. Apalagi gas yang digunakan dalam program city gas itukan diproduksi di Desa Sumber,’’ kata Ny Salamun, salah seorang warga Desa Sumber.
Bupati Meminta
PGN sebelumnya menetapkan besaran uang jaminan yang harus dibayarkan warga sebesar Rp 300.000. Uang jaminan itu bisa diangsur warga dalam jangka waktu tiga bulan. Jika tidak lagi berlangganan gas city gas, uang jaminan itu akan dikembalikan kepada warga.
Sedangkan biaya pemakaian gas Rp 3.300/meter kubik. Pemakaian gas minimal 10 meter kubik perbulan. Jika pemakaian gas di bawah 10 meter kubik, warga tetap harus membayar penggunaan gas sesuai batas minimal. Dengan ketentuan tersebut, warga setiap bulan harus membayar Rp 33.000 untuk pemakaian gas. Terhadap penetapan harga itu, warga mengajukan penawaran.
‘’Rumangsaku yo gratis, Mas. Apalagi gas yang digunakan dalam program city gas itukan diproduksi di Desa Sumber,’’ kata Ny Salamun, salah seorang warga Desa Sumber.
Bupati Meminta
Tak hanya warga, Bupati Djoko Nugroho juga meminta diturunkannya uang jaminan dan batas minimal pemakaian gas juga diturunkan.
‘’Uang jaminan cukuplah Rp 100.000 saja. Sedangkan batas minimal pemakaian gas, paling tidak diturunkan menjadi Rp 20.000 perbulan. Penggunaan gas oleh rumah tangga di desa kan tidak banyak. Kalau harus membayar Rp 33.000/bulan tentu masyarakat akan terbebani,’’ ujarnya.
Salah seorang direksi PT PGN yang hadir dalam launching city gas Ahmad Rifa’i menyatakan, secara pribadi dirinya juga ingin harga gas city gas lebih murah. Demikian juga dengan uang jaminan. Bahkan dia menyebut uang jaminan itu cukup Rp 50.000 saja.
‘’Kami inginnya juga murah. Tapi sekali lagi, usulan warga dan bupati itu akan kami bawa untuk dibahas dalam rapat direksi PT PGN,’’ katanya.
Pejabat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Wahyu, yang juga hadir dalam launching ujicoba city gas menuturkan, pemerintah menyubsidi pemakaian gas oleh masyarakat dalam program city gas.
‘’Namun demikian, masyarakat tetap harus membayar biaya pemakaian gas dengan harga yang telah disubsidi pemerintah,’’ tandasnya. (SM Network)
Salah seorang direksi PT PGN yang hadir dalam launching city gas Ahmad Rifa’i menyatakan, secara pribadi dirinya juga ingin harga gas city gas lebih murah. Demikian juga dengan uang jaminan. Bahkan dia menyebut uang jaminan itu cukup Rp 50.000 saja.
‘’Kami inginnya juga murah. Tapi sekali lagi, usulan warga dan bupati itu akan kami bawa untuk dibahas dalam rapat direksi PT PGN,’’ katanya.
Pejabat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Wahyu, yang juga hadir dalam launching ujicoba city gas menuturkan, pemerintah menyubsidi pemakaian gas oleh masyarakat dalam program city gas.
‘’Namun demikian, masyarakat tetap harus membayar biaya pemakaian gas dengan harga yang telah disubsidi pemerintah,’’ tandasnya. (SM Network)
Tag :
NEWS
